Saturday, November 20, 2021

Kawah Raksasa Aristarchus di Bulan

 Pada bulan November 2011, pesawat ruang angkasa Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) terbang melewati kawah Aristarchus bulan, yang membentang 25 mil (40 km) dan berkedalaman lebih dari 2 mil (3,5 km). Foto dan video dari kawah hasil bidikan LRO dirilis tanggal 25 Desember 2011.


Kawah Aristarkhus yang sangat besar dan reflektif mudah dilihat dengan mata telanjang. Alasan utama untuk kecerahan kawah ini adalah bahwa kawah ini masih relatif muda, sekitar 450 juta tahun, dan angin matahari belum punya waktu untuk menggelapkan bahan yang tergali oleh proses "pelapukan" ruang angkasa (space weathering). Tabrakan yang menyebabkan terciptanya kawah aristarchus, terjadi setelah terciptanya kawah Copernicus, tetapi sebelum munculnya kawah Tycho



Rincian yang ditampilkan dalam foto-foto dan video baru-baru ini adalah hasil dari penerbangan yang sangat rendah yang dilakukan oleh LRO. Pesawat ruang angkasa itu hanya 26 km (16,2 mil) di atas permukaan bulan; sekitar dua kali lebih rendah dari normal. Ketinggian ini hanya sedikit lebih dari dua kali tinggi pesawat komersial yang terbang di atas bumi! Kawah ini menawarkan beberapa pemandangan, fantastis, dan menarik secara ilmiah.

Dataran tinggi Aristarchus adalah salah satu tempat yang secara geologis paling beragam di bulan: dataran  yang secara misterius terangkat, rille atau alur raksasa yang diukir oleh pencurahan besar lava, daerah abu vulkanik, dan semua itu dikelilingi oleh batuan basal yang besar dan masif.



Wilayah dataran tinggi Aristarkhus telah menjadi situs dari banyak transient luna phenomena, dengan total 122 laporan hingga tahun 2007. Fenomena ini termasuk perubahan warna pada permukaan. Pada tahun 1971 saat Apollo 15 melayang 110 kilometer di atas dataran tinggi Aristarkhus, kenaikan signifikan partikel alpha terdeteksi.. Partikel-partikel ini diyakini disebabkan oleh peluruhan Radon-222, suatu gas radioaktif dengan waktu paruh hanya 3,8 hari. Misi Lunar Prospector kemudian mengkonfirmasi bahwa emisi Radon-222 berasal dari kawah ini.

NASA meluncurkan Lunar Reconnaissance Orbiter pada 2009 dalam sebuah misi dengan biaya $ 504.000.000 untuk memetakan secara rinci permukaan bulan. Satelit ini seukuran mobil Mini Cooper dan membawa tujuh instrumen untuk mempelajari permukaan bulan.


Berikut ini adalah Video dari dinding sebelah barat kawah. Video dan foto-foto kawah memberi kesempatan kepada para ahli untuk mempelajari lebih lanjut tentang batuan dan geologi Bulan.


Mare (jamak: maria) adalah dataran basalt yang luas dan gelap di Bulan, dibentuk oleh pembekuan dari banjir magma karena proses erupsi vulkanik purba beberapa miliar tahun yang lalu. Diberi nama maria dari kata Latin yang berati “laut” oleh astronom-astronom zaman dulu yang mengira bahwa mereka adalah lautan. Maria terlihat lebih gelap daripada “dataran tinggi” karena komposisi kimia yang kaya akan besi. Maria meliputi 16 persen permukaan Bulan, dan kebanyakan berada di sisi dekat Bulan. Maria di sisi jauh Bulan lebih sedikit dan lebih sempit, berada dalam kawah-kawah yang sangat besar, dimana hanya sedikit banjir magma yang terjadi. Terdapat juga satu oceanus (lautan), sebuah fitur dengan karakteristik sama tetapi lebih luas. Fitur-fitur lain dengan karakteristik sama tetapi lebih sempit diberi nama lacus (danau), palus (rawa) dan sinus (teluk).





Friday, November 19, 2021

Fosil Pohon Terbesar dan Terlengkap di Dunia

 Di Taman Hutan Membatu Ban Tak, tujuh fosil batang pohon besar telah digali, termasuk satu spesimen dengan panjang lebih dari 72 meter. Spesimen ini adalah salah satu batang pohon membatu terbesar di dunia, dan keseluruhan koleksi batangnya mewakili salah satu situs fosil pohon terbaik di dunia. Sayangnya begitu pohon-pohon ini terbuka, lambat laun menjadi lapuk oleh hujan, variasi suhu dan rembesan air tanah, batang-batang yang membatu mulai rusak



Penemuan

Sebuah batang kayu besar yang membatu, terekspose sebagian sekitar 1 meter, ditemukan oleh seorang penduduk desa di hutan cagar di Distrik Ban Tak, Provinsi Tak, pada bulan Oktober 2003. Penemuan kayu yang membatu tersebut dilaporkan ke Taman Nasional, Satwa Liar dan Konservasi Tanaman. Departemen, di bawah administrasi Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan. 



Petugas dari departemen kemudian datang untuk memeriksa kayu yang membatu dan mensurvei daerah sekitarnya. Batang kayu yang membatu digali lebih lanjut dan ditemukan memiliki lebar sekitar 4 m di bagian dasar dan 1,8 m di bagian tengah. Batangnya diekspose dengan panjang 21 m tanpa mencapai ujung atas. Belakangan ditemukan, setelah tes lain dilakukan dan batangnya benar-benar digali, panjangnya 72,2 m!


Geologi Taman Hutan Membatu Ban Tak

Di teras timur Sungai Ping modern, terdapat endapan kerikil berbentuk bulat dengan banyak tunggul kayu silisifikasi* di atas lapisan pasir. Kerikil, kayu yang membatu, dan endapan pasir ini dianggap sebagai endapan saluran dari sungai Ping dan Wang kuno. Pasir dan kayunya telah di silisifikasi membentuk lapisan batupasir yang menggabungkan batang pohon bersilisifikasi. Endapan kerikil terkait juga sebagian mengalami silikifikasi menjadi konglomerat, terutama di sepanjang batas pasir / kerikil.



Tidak ada usia pasti dari kerikil, pasir, dan fosil kayu yang ditemukan. Namun, secara geologi wilayah utara Thailand, menunjukkan sedimen sungai purba dan endapan kerikil umumnya terjadi pada teras-teras sungai yang kurang lebih sejajar dengan sungai-sungai modern. Endapan kerikil di Mae Tha, provinsi Lampang, di hulu Taman Hutan Membatu Ban Tak di sepanjang Sungai Wang, ditutupi oleh aliran basal berusia 600.000 - 800.000 tahun. Oleh karena itu, karena endapan kerikil ini harus lebih tua dari usia aliran basal, maka harus berusia lebih dari 800.000 tahun, atau usia Pleistosen Awal. Usia yang sama telah disimpulkan sebagai usia kerikil dan endapan kayu fosil di wilayah Ban Tak.

Situs fosil terletak di bagian timur “Cekungan Ban Tak-Sam Ngao”. Cekungan sedimen meliputi area sekitar 435 km2, lebar sekitar 16 km timur-barat dan panjang sekitar 27 km utara-selatan. Ini mencakup beberapa area di distrik Ban Tak dan Sam Ngao di provinsi Tak dan dikelilingi oleh rangkaian perbukitan yang lebih rendah hingga pegunungan yang tinggi. Wilayah ini secara struktural dianggap sebagai cekungan berbahan dasar granit pluton.

Cekungan diisi dengan sedimen Kuarter yang mencakup kipas aluvial dan endapan fluvial kuno dan modern. Area tengah cekungan telah dibangun dan dipahat oleh Sungai Ping, sistem sungai utama yang mengalir dari utara dan Sungai Wang yang mengalir dari utara Provinsi Lampang dan bergabung dengan Sungai Ping sebagai anak sungai


Friday, November 12, 2021

Konspirasi Planet Mars

 

Penyelidikan yang dilakukan para peneliti muda yang tergabung dalam Jet Propulsion Laboratory (JPL) menunjukkan beberapa indikasi bahwa NASA DENGAN SENGAJA mengubah warna citra image yang dipublikasikan. Foto yang tadinya terlihat seperti lingkungan planet Bumi (!) diubah menjadi planet merah yang ganas dan berdebu.
Seharusnya:

NASA membuatnya jadi gini?

Dari konferensi pers tersebut, para peneliti JPL memperlihatkan gambar bahwa lingkungan planet Mars adalah padang pasir berwarna salmon dengan langit biru! Untuk apa NASA mengubahnya menjadi warna merah menyala?
Kemudian menurut JPL, kenapa NASA dengan sengaja memblur(kabur)-kan foto yang tadinya tajam dan jelas demi alasan ilmiah?


Seharusnya:

Berikutnya JPL menambahkan dalam konferensi pers-nya bahwa: “di permukaan tanah, temperatur berkisar antara 5 derajat Celcius hingga -15 derajat Celcius (bisa ditinggali manusia?)”. Namun site NASA berbeda, mereka menyebutnya -70 derajat Celcius hingga -5 derajat Celcius. Siapa yang benar?

Apakah motif NASA melakukan itu ada hubungannya dengan cuplikan foto permukaan Mars yang ini (difoto dari atas)?

Foto tersebut diperoleh di Planet Mars dari ketinggian Spacecraft Altitude 408.92 km: Latitude 37.22°, Longitude 27.80°, Resolution * 4.47 meters/pixel, Phase Angle 42.97°, Incidence Angle 42.87°
Emission Angle 0.17°, North Azimuth 93.70°, Slant Range (km) 408.92.
Terlalu sempurna untuk melihatnya sebagai kebetulan alam biasa, atau bekas tabrakan meteor.
Lihat bentuk “bola”-nya, jika lubang tersebut terbentuk akibat benturan meteorit, masa bisa bulet banget dan menonjol keluar? Kelihatan seperti sebuah “bangunan” atau sengaja dibuat seperti itu oleh sebuah ‘mahluk’? Yang jelas bukan manusia yang buat itu di Mars, kan?

Apakah NASA menyembunyikan sesuatu dari kita…?

Bisa jadi penjelajahan ke Mars adalah HOAX atau bisa jadi Nasa menyembunyikan fakta bahwa Mars adalah salah satu planet yg dapat ditinggali oleh manusia di kemudian hari.

Dari foto2 yg diambil nasa sebelumnya banyak sekali bukti2 yg diungkap oleh beberapa ahli bahwa foto2 diambil dr planet Mars memiliki petunjuk kehidupan baik adanya tumbuhan (walau bentuk berbeda dg di bumi) hingga bahkan adanya peradaban di sana!



Tanaman Raksasa


Hutan dan danau


Air yg melimpah



aliran air



Bekas2 Peradaban atau peradaban yg masih hidup











benda2 aneh di langit Mars



tengkorak manusia dg gundukan disampingnya ?? (spt kuburan)




Tengkorak2 binatang??

Mungkin bangsa Maya yg menghilang tanpa jejak ribuan th yg lalu pergi ke planet ini?? Kita tahu bangsa maya dimungkinkan memiliki teknologi yg sangat tinggi ttg astronomi yg mungkin melebihi teknologi manusia saat ini.

Dengan teknologi yg dimiliki, hampir pasti mereka mengetahui adanya 1 planet yg berotasi memotong rotasi planet2 lainnya dg berbentuk elips yg kita baru planet ini di th 1980 di sebut “Planet X”.

Banyaknya bencana besar yg ditimbulkan akibat gravitasi planet X ini ketika berpapasan dg Bumi mungkin membuat mereka berfikir utk meninggalkan bumi utk mencari tempat yg aman spt ke planet lain (Mars). Ini dapat diketahui dg bagaimana cara mereka membuat sistem penanggalan yg memiliki pembagian “penanggalan jauh” yg membagi hari menjadi beberapa periode.

Dan menurut beberapa peneliti akhir periode penanggalan yg digunakan bangasa Maya bertepatan dg periode rotasi “planet X” ini, dan setiap periode planet X ini berpapasan dg Bumi tercatat bencana2 besar telah terjadi di Bumi.. hingga terjadi keruntuhan2 peradaban2 besar secara bersamaan dibarengi munculnya peradaban baru dg tiba2 pula;

  • Jatuhnya Kerajaan Pertengahan Mesir kuno,
  • terjadi zaman kegelapan Mesopotamia,
  • munculnya kerjaan Hittie tiba2 di Anatolia,
  • runtuhnya Harrapan di India,
  • runtuhnya peradaban Minoan,
  • munculnya tiba2 peradaban Olmec,
  • runtuhnya dinasti Xia di Cina

.. semua terjadi bersamaan pada 1650 SM.

Periode masih terus berjalan, mundur ke masa sebelumnya tercatat:

  • Sekitar 3150 SM – terjadinya air bah (setelah bencana ini sejarah peradaban2 kuno dimulai)
  • Sekitar 5310 SM – Efek pendinginan iklim tiba2 pada periode Holocene
  • Sekitar 8900 SM – Pemanasan global dan pencairan kutub yg cepat dan tiba2 pada masa interglacial period
  • Sekitar 12.600 SM – Pergeseran kutub bumi atau polar shift.. efeknya mengerkan dilihat dari fosil mamoth yg membeku tiba2 dengan makanan masih ada diperut belum terproses yg juga terawetkan

Diperkirakan masa kedatangan lagi planet ini pada tahun 2012 tepat penanggalan Tzolkin berakhir yaitu 21 desember 2012. Planet ini dapat dilihat dengan mata telanjang pada tahun 2010. Beberapa ilmuwan meyakini pemanasaan global saat ini bukan lah diakibatkan oleh pencemaran lingkungan tapi akibat mendekatnya planet ini ke Bumi saat ini.

Jika Anda tahu bahwa Amerika mengerjakan proyek “hitam” yg menghabiskan ratusan milyar untuk membangun sistem perjalanan ruang angkasa.. proyek rahasia ini berhasil diungkap ke publik oleh oleh komisi “the disclosure project“. Dan menutup2i bahwa Mars dapat dihuni oleh manusia saya yakin berkaitan dg kedatangan “Planet X” ini.

Tragedy Mary Celeste

 

Pada tanggal 4 November 1872 berangkatlah kapal layar jenis square rigged dari pelabuhan New York menuju Italia. Kapal ini ditemukan pada 4 Desember 1872 oleh kapal Dei Gratia sedang dalam keadaan kosong tanpa ada penumpang satupun.
Tidak ada tanda2 telah terjadi perompakan. Semua barang terlihat utuh rapi termasuk barang2 berharga. Satu2nya petunjuk yang tak berarti adalah catatan terakhir Kapten Kapal Benyamin Spooner Brigg. Di dalamnya hanya tertulis cuaca tampak buruk dan mungkin akan terjadi badai sebentar lagi.

Yang menjadi pertanyaan hingga saat ini adalah kemana semua penumpang Marry Celeste? Andaikan terjadi badai yang hebat kenapa barang2 yang ada tidak berantakan? Masih tetap rapi pada tempatnya. Di sana juga sempat ditemukan sebotol obat yang telah dibuka tutup botolnya masih utuh tanpa adanya bekas2 tumpahan.

Lebih aneh lagi kapal ini ditemukan (tanpa ada seorang pun didalamnya), tetap pada jalur pelayarannya yang benar dan telah meninggalkan New Yor sejauh kurang lebih 500 kilometer jauhnya.

Kemana semua awak dan penumpang kapal Mary Celeste? Apa yang membuat kapal tanpa awak tersebut tetap pada jalur pelayaran yang benar setelah jauh dari pelabuhan asalnya?

Thursday, November 11, 2021

Pulau Paskah

 

(bahasa Polinesia: Rapa Nui, bahasa Spanyol: Isla de Pascua) adalah sebuah pulau milik Chili yang terletak di selatan Samudra Pasifik. Walaupun jaraknya 3.515 km sebelah barat Chili Daratan, secara administratif ia termasuk dalam Provinsi Valparaiso. Pulau Paskah berbentuk seperti segitiga.

Daratan terdekat yang berpenghuni ialah Pulau Pitcairn yang jaraknya 2.075 km sebelah barat. Luas Pulau Paskah sebesar 163,6 km². Menurut sensus 2002, populasinya berjumlah 3.791 jiwa yang mayoritasnya menetap di ibukota Hanga Roa. Pulau ini terkenal dengan banyaknya patung-patung (moai), patung berusia 400 tahun yang dipahat dari batu yang kini terletak di sepanjang garis pantai.

Ahli navigasi asal Belanda Jakob Roggeveen menemukan Pulau Paskah pada Hari Paskah tahun 1722. Perlu diketahui bahwa nama “Rapa Nui” bukan nama asli Pulau Paskah yang diberikan oleh suku Rapanui. Nama itu diciptakan oleh para imigran pekerja dari suku asli Rapa di Kepulauan Bass yang menyamakannya dengan kampung halamannya. Nama yang diberikan suku Rapanui bagi pulau ini adalah Te pito o te henua (“Puser Dunia”) karena keterpencilannya, namun sebutan ini juga diambil dari lokasi lain, mungkin dari sebuah bangunan di Marquesas.

Patung-patung besar dari batu, atau moai, yang menjadi simbol Pulau Paskah dipahat pada masa yang lebih dahulu dari yang diperkirakan. Arkeologis kini memperkirakan pemahatan tersebut berlangsung antara 1600 dan 1730, patung yang terakhir dipahat ketika Jakob Roggeveen menemukan pulau ini. Terdapat lebih dari 600 patung batu monolitis besar (moai). Walaupun bagian yang sering terlihat hanyalah “kepala”, moai sebenarnya mempunyai batang tubuh yang lengkap; namun banyak moai yang telah tertimbun hingga lehernya. Kebanyakan dipahat dari batu di Rano Raraku. Tambang di sana sepertinya telah ditinggalkan dengan tiba-tiba, dengan patung-patung setengah jadi yang ditinggalkan di batu. Teori populer menyatakan bahwa moai tersebut dipahat oleh penduduk Polinesia (Rapanui) pada saat pulau ini kebanyakan berupa pepohonan dan sumber alam masih banyak yang menopang populasi 10.000-15.000 penduduk asli Rapanui. Mayoritas moai masih berdiri tegak ketika Roggeveen datang pada 1722. Kapten James Cook juga melihat banyak moai yang berdiri ketika dia mendarat di pulau pada 1774. Hingga abad ke-19, seluruh patung telah tumbang akibat peperangan internecine.

300 Tahun, Surat Raja Iblis Lucifer Baru Terpecahkan

 Sebuah surat yang disebut-sebut sebagai surat dari Lucifer atau raja iblis berada di Italia. Surat tersebut banyak mengundang misteri karena isinya yang berupa kode-kode yang sulit untuk diterjemahkan. Surat iblis tersebut kini menjadi banyak diperbincangkan karena beberapa ilmuwan menyatakan telah berhasil menerjemahkan isi dari surat iblis.

Cerita Awal Surat Iblis Lucifer

Menurut cerita surat iblis ini ditulis oleh seorang biarawati bernama Suster Maria Crocifissa saat dirinya pingsan di tahun 1676. Suster tersebut sadar dari pingsan dan mendapati wajahnya yang berlumuran tinta. Suster Maria percaya bahwa dirinya sudah dikirimi surat dari setan atau iblis, namun isi surat tidak bisa dia pahami.

Sang suster yakin kalau dirinya telah dirasuki Lucifer yang membuat tangannya bergerak dan menulis surat iblis dalam keadaan tidak sadar. Suster Maria dan saudaranya percaya jika surat iblis tersebut merupakan strategi Lucifer untuk menjauhkannya dari sisi Tuhan.


Pecahnya Kode dalam Surat Iblis dengan Bantuan Dark Web

Dark web merupakan bagian dari deep web yang dikenal sebagai kumpulan konten yang tidak terdaftar pada mesin pencari seperti google. Konten dalam deep web diketahui bisa diakses dengan bantuan tool khusus. Beberapa peneliti kemudian menemukan program yang ada di dark web untuk memecahkan kode yang ada pada surat iblis.

Untuk menerjemahkan surat berusia ratusan tahun tersebut, digunakan software dan mengacak huruf dalam surat dengan bantuan peranti lunak tersebut. 15 baris kode tersisa yang ada di dalam surat iblis pun diklaim telah berhasil dipecahkan berkat bantuan dark web. Salah satu yang berhasil diterjemahkan adalah kalimat yang berbunyi “Tuhan mengira bisa menyelamatkan manusia, sistem ini tidak bekerja untuk siapa pun”.


Kesimpulan Para Ilmuwan Mengenai Kebenaran Surat Iblis

Setelah melakukan penelitian dengan banyak cara, beberapa ilmuwan justru menyatakan bahwa surat yang disebut surat iblis merupakan surat buatan Suster Maria sendiri. Berbeda dengan suster Maria yang yakin surat tersebut dari raja iblis. Ilmuwan di Italia menyebutkan bahwa kode dalam surat iblis merupakan karangan yang dibuat oleh suster Maria.

Biarawati ini diketahui merupakan sosok yang pandai dalam bidang linguistik, dan kode aneh yang ada di surat merupakan gabungan dari beberapa bahasa yang disusun dengan bentuk alfabet yang sulit untuk dibaca. Peneliti mengidentifikasi beberapa kode yang mirip dengan huruf-huruf pada bahasa Yunani dan Latin kuno.


Suster Maria Diduga Menderita Kondisi Skizofrenia

Direktur dari pusat penelitian di Italia, Daniele Abate menyebut bahwa dirinya meyakini jika suster Maria mungkin menderita skizofrenia. Skizofrenia sendiri adalah salah satu gangguan mental yang bisa membuat seseorang mengalami halusinasi, delusi, pikiran yang kacau, hingga perubahan perilaku.

Gangguan mental ini mengakibatkan penderitanya menjadi sulit untuk membedakan mana yang nyata dan mana yang hanya sebatas halusinasi. Hal tersebut yang menjadi dasar Suster Maria sebenarnya menulis surat sendiri dengan kode yang diciptakan sendiri, bukan dari Lucifer raja iblis. Seperti itu juga skizofrenia dialami oleh orang-orang ahli kebatinan seperti paranormal ataupun anak-anak indigo.

Itulah beberapa misteri yang menyelimuti kisah surat iblis dan beberapa fakta yang terkuak setelah 3 abad surat tersebut tidak terbaca. Semoga ulasan di atas bisa menambah wawasan Anda, dan Anda dapat menyikapinya dengan lebih bijak, boleh percaya boleh berak di celana.

Wednesday, November 10, 2021

Lubang Misterius Menyerupai Gua Besar Terlihat Di Antartika

Adakah markas militer rahasia atau markas alien di Antartika? Sebuah struktur berbentuk lubang pintu terlihat di sebuah bukit batu bersalju di Antartika. Lubang itu sepertinya dibuat oleh tangan-tangan manusia. Posisi lubang itu adalah 66 33' 11.58"S, 99 50' 17.86"E. Apakah lubang itu hasil buatan tangan manusia, ataukah hanya sebuah lubang yang tercipta karena ganasnya alam Antartika? Foto dibawah ini adalah foto yang diambil tanggal 23 Februari 2006 dibandingkan dengan foto yang diambil setelahnya. Pada foto 23 Februari 2006, lubang itu belum ada atau tertutup oleh salju. Tapi hari-hari berikutnya ketika salju tersingkir, terlihatlah sebuah lubang yang luar biasa besar.

Setelah dilakukan pengukuran, maka pintu lubang itu diperkirakan memiliki tinggi sekitar 30 meter dengan lebar 90 meter. Cukup besar untuk keluar masuk pesawat terbang.

Sudah lama beredar isu kalau militer Amerika memiliki markas rahasia di Antartika. Bahkan Nazi juga pernah dikabarkan membangun markas di tempat itu. Namun tidak ada yang mengetahui pasti kebenarannya. Walaupun bentuk lubang itu memang menarik perhatian, saya rasa belum tentu juga lubang itu buatan tangan manusia. Bukankah alam juga pandai membuat gua-gua yang indah?