Friday, December 31, 2021

Ching Shih, Bajak Laut Perempuan Penakluk Perairan Laut Cina Selatan

Sejarah bajak laut didominasi oleh laki-laki. Sebut saja Edward Teach atau Blackbeard, Henry Every, dan Bartholomew Roberts. Mereka dikenal mampu memimpin ratusan awak yang tergabung dalam puluhan kapal.

Namun, angka tersebut masih kecil jika dibandingkan dengan perompak terbesar dan tersukses sepanjang sejarah. Perompak itu adalah Ching Shih, janda yang mendominasi Laut Cina Selatan pada 1807 hingga 1810. Pada puncak kejayaannya, Ching Shih memimpin lebih dari 1.800 kapal dan 70.000 perompak. Sosoknya begitu menakutkan bagi angkatan laut Dinasti Qing, dan bahkan para pelaut Barat yang berbasis di Makau.

Ching Shih terlahir sebagai Shi Yang di Kanton (sekarang Guangdong) tahun 1775. Di usianya yang masih muda, ia menjadi pelacur di salah satu dari "perahu-perahu kembang". Dilansir dari History of Yesterday, perahu kembang ini merupakan bordil apung yang tersebar di perairan Guangdong. Pada masanya, bercumbu di perahu menjadi suatu pengalaman yang lebih bergairah bagi para pria berhidung belang di sana. Kemiskinan dan budaya patriarki yang kuat memaksa para perempuan muda untuk menjajakan diri untuk membantu pendapatan keluarga.

Di perahu kembang itu, Shi Yang mempelajari sedikit demi sedikit bisnis dunia gelap, seperti dilansir dari The Vintage News. Mengambil alias Shi Xianggu, ia banyak mendengarkan rahasia dari orang-orang penting, dari pegawai pemerintah hingga para saudagar. Kecantikan dan kepiawaiannya dalam menjajakan informasi menjadi daya tarik bagi pelanggan-pelanggan besar, termasuk seorang bos perompak bernama Zheng Yi.

Zheng Yi merupakan perompak besar di Guangdong. Ia memimpin sekitar 300 kapal dan 20.000 perompak, yang tergabung dalam panji Armada Bendera Merah.

Zheng Yi merupakan salah satu dari banyak bajak laut di Laut Cina Selatan saat itu. Menurut sejarawan Dian Murray, maraknya perompak Tiongkok tidak lepas dari dukungan Kerajaan Vietnam, yang saat itu berada di bawah Dinasti Tay Son. Dinasti ini merengkuh kekuasaan melalui pemberontakan terhadap Wangsa Nguyen dan Trinh yang berlangsung selama tiga puluh tahun.

Akibat kondisi Vietnam yang tidak stabil, dinasti ini banyak memperkerjakan perompak Tiongkok sebagai tentara bayaran. Jumlah perompak pun meledak, khususnya di Guangdong. Mereka saling bersaing untuk memperebutkan kekuasaan penuh atas Laut Cina Selatan, termasuk Zheng Yi.


Sang bos perompak menaruh hatinya pada Shi Yang, dan melamarnya pada tahun 1801. Cerita cinta dari kedua insan ini masih terbilang simpang siur, seperti dilansir dari Ancient Origins. Sumber yang satu mengatakan bahwa Zheng Yi menculik Shi Yang dan membakar bordil tempat ia bekerja. Adapun sumber lain melihat bahwa Zheng Yi hanya sekadar datang dan melamarnya begitu saja.

Namun semua sumber setuju bahwa Shi Yang tidak mau dimadu begitu saja. Sebagai salah satu syarat, Shi Yang menginginkan kontrol atas 50 persen armada kapal dan keuntungan dari Zheng Yi. Entah terbutakan cinta atau tertarik dengan kecerdikan Shi Yang, Zheng Yi mengiyakan tawaran tersebut. Keduanya resmi menikah, dan bersama-sama menjadi pimpinan armada ratusan kapal.

Shi Yang kemudian dikenal dengan nama Zheng Yi Sao atau Zheng Shi, yang berarti "istri dari Zheng Yi". Oleh orang Barat, nama ini kemudian menjadi Ching Shih yang lebih populer dipakai saat ini.

Pemberontakan Tay Son diredam pada 1802. Pasangan suami istri ini memanfaatkan situasi tersebut untuk menghimpun kekuasaan. Sebagai salah satu kelompok terkuat, Armada Bendera Merah mulai menyatukan kelompok perompak yang tercecer di Laut Cina Selatan. Dilansir dari Hypotheses, Zheng Yi dan Ching Shih mampu meyakinkan para bajak laut untuk bersatu dalam rangka meningkatkan profit. Persatuan ini kemudian dikenal sebagai Konfederasi Bajak Laut Guangdong.

Menurut Dian Murray, Ching Shih lebih banyak bekerja di balik layar. "Zheng Yi menjadi sosok penyatu dan pemimpin, sementara istrinya lebih menjadi konsolidator dan pengurus keuangan," ujarnya.

Di bawah kepemimpinan mereka, Armada Bendera Merah mampu menghimpun 400 kapal jung dan 70.000 perompak pada 1804. "Mereka membagi armada mereka menjadi enam skuadron, yakni Skuadron Bendera Merah, Hitam, Putih, Hijau, Biru, dan Kuning," jelas Murray. Masing-masing skuadron memiiki pemimpinnya sendiri-sendiri, yang memiliki utang budi kepada Zheng Yi dan Ching Shih. Saking kuatnya, Armada Bendera Merah mampu membunuh pemimpin militer provinsi Guangdong, Jenderal Huang Si Harimau Tua.

Di saat yang sama, mereka mulai mengadopsi Cheung Po, seorang anak nelayan yang diculik Zheng Yi pada 1798. Cheung Po dikenal memiliki karisma dan kelihaian dalam memimpin, dan sudah lama menjadi murid Zheng Yi. Cheung Po juga kemudian dipercayai sebagai pemimpin Skuadron Merah. Skuadron ini merupakan skuadron terbesar, yang memiliki 300 jung dan 20.000-40.000 perompak.

Sayangnya, Zheng Yi kemudian tewas pada 1807, enam tahun setelah pernikahannya dengan Ching Shih. Kapalnya terhantam badai dan karam di perairan Vietnam.


Dibanding pensiun dan hidup miskin sebagai janda, Ching Shih lebih memilih untuk meningkatkan kekuasaannya. Ia mampu menyeimbangkan kekuatan antarfaksi dan menghimpun dukungan dari seluruh tetua dan pemimpin skuadron. Selain itu, Ching Shih juga mengangkat Cheung Po selaku pemimpin skuadron terbesar sebagai tangan kanannya. Dengan ini, Ching Shih akhirnya mampu menjadi pemimpin Armada Bendera Merah.

Untuk menghindari pengkhianatan, Ching Shih menerapkan kode bajak laut yang sangat ketat. Hukuman potong telinga juga diberlakukan bagi mereka yang membelot dari armada. Selain itu, ia juga tidak segan menerapkan hukuman mati.

"Siapapun yang tertangkap memberikan komando [selain Ching Shih] dan tidak menaati atasannya akan dipancung saat itu juga," ungkap Murray. Hukuman pancung juga berlaku bagi perompak yang korupsi dan bahkan mencuri dari warga desa yang memberikan upeti.  "Pemerkosaan dan seks di luar nikah juga dikenai hukuman pancung," ujar Murray.

Adapun Ching Shih juga memiliki aturan yang unik terkait tawanan perempuan, seperti dilansir dari South China Morning Post. Jika tawanannya dianggap jelek, maka ia segera dilepaskan. Namun apabila tawanannya dianggap cantik, maka seorang perompak dapat memilih untuk menikahinya. "Setiap perompak yang telah memiliki istri harus setia kepada pasangannya," tambah Murray. Jika tidak, maka sang perompak akan dipancung.

Namun, hal ini berbeda berlaku untuk tawanan laki-laki. Mereka dapat memilih antara bergabung dengan armada, atau dipaku di geladak dan dihantam sampai mati. Tidak heran, banyak lelaki yang bergabung dan menjadi perompak baru.

Kode ini diterapkan dengan tegas dan efektif. "Para pelaut Barat yang menjadi tawanan melihat banyak perompak yang dicambuk, ditancap besi panas, atau dikunci dalam penjara kapal," katanya.

Selain itu, setiap hasil jarahan harus dilaporkan seluruhnya kepada Ching Shih. Ia menerapkan sistem bagi hasil, 20 persen jarahan diberikan kepada kapal yang menjarah, dan 80 persennya diserahkan kepada kas bersama.

Berkat kode etik yang tegas dan sistem bagi hasil yang jelas, Armada Bendera Merah menjadi perompak yang paling terorganisir dan ditakuti di Laut Cina Selatan. Mereka mampu melakukan penjarahan secara efektif dari Guangdong hingga koloni Portugis di Makau. Untuk menghindari jarahan, para penduduk desa lebih memilih untuk memberikan upeti dan bahan pangan yang vital untuk aktivitas laut yang melelahkan.

Meskipun jarahan ini membuat mereka kaya raya, Armada Bendera Merah tidak semata-mata terlena. Mereka tidak sekadar untung-untungan mencari kapal jarahan, tetapi juga menjalani bisnis tambak garam untuk penghasilan tetap. Dengan ini, perputaran uang untuk membeli suplai dan perbaikan kapal tetap mengalir mulus.

Tidak hanya di pelabuhan, armada Ching Shih juga menjadi teror di laut. Dari kapal militer hingga pedagang, semua diserang. Baik kapal Qing, Portugis, Prancis, Inggris, bahkan Amerika sekalipun mereka terjang. Para kapal yang melintas terpaksa membeli "sertifikat izin masuk" agar kapal mereka tidak dijarah.


Reputasi ini menjadi momok bagi angkatan laut Qing. Para laksamana sering kali menyauh di pelabuhan, dengan alasan "menunggu angin bagus". Situasi yang semakin mencekam dari waktu ke waktu membuat para kelasi lebih memilih untuk membakar kapalnya sendiri daripada mati di tangan perompak.

Kabar santer ini kemudian terdengar oleh Kaisar. Pada 1808, Kaisar akhirnya secara langsung mengerahkan pasukan ke Guangdong. Mudah ditebak, pasukan khusus Kaisar luluh lantak di tangan Armada Bendera Merah. "Mereka berhasil menghancurkan 63 dari 135 kapal angkatan laut Guangdong," tulis Murray. Pelaut Qing pun ditawan, dan mereka mau tak mau memilih untuk bergabung dengan Ching Shih.

Kaisar akhirnya terpaksa bernegosiasi dengan Portugis dan Inggris, musuh bebuyutan mereka sejak lama. Pada 15 September 1809, Qing membeli kapal Inggris Mercury dan meminjam enam frigat Portugis selama enam bulan. Usaha ini gagal total, dan bahkan memaksa Inggris dan Portugis untuk bernegosiasi langsung kepada Cheung Po.

Akan tetapi, kejayaan Ching Shih dan Armada Bendera Merah tidak bertahan lama. Mereka kehilangan sejumlah komandan penting pada 1809, khususnya Liang Bao yang memimpin Skuadron Putih.

Puncaknya terjadi pada November 1809, ketika kapal Ching Shih dan Cheung Po bersauh di Teluk Tung Chung untuk perbaikan. Portugis memanfaatkan keadaan ini untuk memblokade kapal Ching Shih, yang disusul pasukan Qing dua minggu kemudian. Di saat yang sama, Ching Shih dikhianati oleh Guo Podai, pemimpin Skuadron Hitam, yang menolak memberikan bantuan di Tung Chung. Ching Shih dan Cheung Po secara beruntung lolos berkat bantuan angin laut pada 29 November.

Kekalahan dan kesulitan menangkap sang ratu perompak membuat Kaisar menyerah. Ia mulai menawarkan amnesti kepada Ching Shih di akhir tahun tersebut. Di saat yang sama, peristiwa blokade dan pengkhianatan di Tung Chung Ching Shih memikirkan ulang tawaran sang Kaisar. 

Ia akhirnya mengajukan amnesti kepada Bai Ling, Gubernur Liangguang, dengan beberapa syarat. Di antaranya, Armada Bendera Merah dapat menyimpan seluruh rampasannya, dan setiap perompak dapat memilih untuk menjadi tentara Kaisar. 

Permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Bai Ling. Namun untuk membuktikan tekadnya, Ching Shih bersama 17 perempuan dan anak perompak berlabuh di kantor gubernur pada 17 April 1810.


Negosiasi berjalan alot selama tiga hari. Ching Shih tetap kukuh pada pendiriannya. Ia masih di atas angin, dan percaya bahwa Qing tidak akan berkutik jika ia kembali menjadi perompak. Bai Ling tidak menemui pilihan lain, dan akhirnya menuruti seluruh kemauan Ching Shih tanpa syarat.

Sebagai permintaan terakhir, Ching Shih memohon dinikahkan kepada Cheung Po, putra angkatnya. Dengan Bai Ling sebagai saksinya, Ching Shih dan Cheung Po akhirnya berlutut dan secara resmi menyerah kepada Qing. Di saat yang sama, ia menyerahkan seluruh armadanya yang terdiri dari 226 kapal, 1.315 meriam, dan 17.318 perompak.

Dengan demikian, berakhirlah teror dari sang ratu perompak. Ching Shih mengakhiri kariernya di puncak, waktu terbaik untuk pensiun dan menyelesaikan segalanya. Bersama dengan Cheung Po, ia akhirnya melahirkan dua orang anak.

Cheung Po bahkan bergabung dan menjadi Kolonel di angkatan laut Qing. Ia kembali ke laut dan bertarung dengan perompak yang pernah menjadi sekutunya. Sayangnya, ia kemudian gugur dalam pertempuan pada 1822.

Kembali menjanda, Ching Shih akhirnya kembali ke Guangdong. Sembari membesarkan anaknya, ia membuka sebuah usaha perjudian, yang semakin menambah pundi-pundi harta yang dimilikinya. Tidak seperti perompak kebanyakan, Ching Shih mengakhiri hidupnya dengan tenang. Ia meninggal di rumahnya pada tahun 1844, di usia 69 tahun. 

Thursday, December 30, 2021

Badan Antariksa Eropa Luncurkan Pesawat Luar Angkasa Menuju Merkurius


 Badan Antariksa Eropa (ESA) baru saja meluncurkan pesawat luar angkasa buatan Inggris BepiColombo ke planet terdekat matahari yaitu Merkurius pada Sabtu (20/10/2018). BepiColombo meluncur di atas roket paling kuat milik ESA, Ariane 5.

Misi peluncuran pesawat antariksa tersebut merupakan kerja sama antara ESA dan Badan Antariksa Jepang (JAXA). Misi perjalanan ini akan dilaksanakan selama tujuh tahun. Tujuannya  untuk mengungkapkan misteri seputar planet Merkurius.

Dengan mengikuti “lintasan keluar” BepiColombo akan berayun melintasi Bumi dalam kurva yang lebar sebelum akhirnya menuju planet Venus.

Pesawat antariksa tersebut akan sampai ke planet paling dalam di tata surya pada tahun 2025. Setelah sesampainya di sana, pesawat tersebut akan menempatkan dua robot probe atau pengali di sekitar Merkurius.

Dua robot yang ditempatkan masing-masing merupakan milik ESA dan JAXA

"Peluncuran BepiColombo adalah tonggak besar bagi ESA dan JAXA, dan akan ada banyak kesuksesan besan di masa mendatang. Setelah menyelesaikan perjalanan yang menantang, misi ini akan membawa pulang banyak ilmu pengetahuan," ucap Jan Worner, Direktur Umum ESA.

Ilmuwan berharap misi yang bernilai sebesar Rp27,8 triliun ini akan menjawab banyak pertanyaan tentang planet Merkurius. Seperti mengapa planet tersebut memiliki inti besar yang terbuat dari besi dan apakah itu mampu menahan jejak air.

Hasil misi yang dilakukan oleh ESA dan JAXA ini dapat memberikan wawasan baru tentang asal usul dan evolusi tata surya.

Fitur utama BepiColombo dilengkapi dengan teknologi propulsi ion listrik yang canggih, yang dapat menembak dua kali pada satu waktu. Itu juga akan memancarkan sinar gas xenon bermuatan listrik. Tembakan bertindak sebagai rem dalam melawan gravitasi matahari yang sangat besar.

“Ini merupakan salah satu misi antarplanet yang paling kompleks yang pernah kami lakukan,” ucap Andrea Accomazzo, direktur penerbangan ESA untuk pesawat tersebut.

"Salah satu tantangan terbesar adalah gravitasi Matahari yang sangat besar, yang menyulitkan menempatkan pesawat ruang angkasa ke orbit yang stabil di sekitar Merkurius," tambahnya.

Accomazo mengatakan bahwa perlu pengereman secara terus menerus agar tidak tertarik gravitasi matahari tanpa kendali.

"Kami harus terus-menerus mengerem untuk memastikan jatuh terkontrol ke arah Matahari, dengan pendorong ion menyediakan daya dorong rendah yang dibutuhkan selama jangka waktu yang panjang dari fase pelayaran," ucap Accomazo.

Misi ke Merkurius ini bukan pertama kalinya dilakukan, setidaknya sudah ada dua pesawat antariksa yang telah mengunjungi planet terpanas di tata surya ini.

Pesawat antariksa pertama yang mengunjungi planet ini adalah Mariner 10 milik NASA yang terbang melintasi planet tersebut sebanyak tiga kali antara tahun 1974 dan 1975. Yang kedua, pesawat Messenger mengorbit di planet tersebut antara tahun 2011 hingga 2015.

BepiColombo ini dinamai setelah Giuseppe "Bepi" Colombo, seorang ilmuwan dan insinyur dari Italia yang memainkan peran utama dalam misi Mariner 10 pada tahun 1974.

Wednesday, December 29, 2021

Akar Historis Saminisme dan Ajaran Filosofis Samin Surosentiko


Kondisi semakin diperparah dengan adanya penetapan pajak. "Para petani sendiri tidak mampu menggarap sawah mereka karena terhalang oleh pajak," imbuhnya. Beratnya pajak hanya menjadikan petani sebagai petani penggarap. 

"Hanya berselang dua tahun setelah Belanda mengeluarkan (kebijakan pemungutan) pajak semacam itu, Samin Surosentiko memulai dakwah ajarannya di Afdeeling Blora," lanjutnya. 

Samin mulai melakukan propagandanya untuk menentang praktik-praktik kolonialisme dan imperialisme yang merugikan rakyat Blora, Randoeblatoeng khususnya. Layaknya Mahathma Gandhi, Samin juga menyampaikan buah pikirannya kepada segelintir orang terdekatnya.

"Ajaran Samin secara konseptual menempatkan objek keinginan di dalam diri sendiri," ungkap Trisnova. Pemikirannya melingkupi semua aturan hidup, yang pada dasarnya adalah ajaran untuk 'tidak menginginkan milik orang lain'.

Selain itu, Samin juga mengajarkan hakikat kebebasan manusia." Penolakan-penolakan masyarakat Sikep (pengikut Saminisme) terhadap simbol-simbol negara (kolonial Hindia-Belanda), merupakan salah satu bentuk aktualisasi kebebasan manusia," tambahnya. 

Samin berupaya menanamkan pemikiran yang menjunjung kebebasan pada pengikutnya. "Masyarakat Samin menganggap bahwa manusia diciptakan setara, tidak ada yang mengungguli satu sama lain, sehingga menolak adanya perbedaan dalam masyarakat dan menolak adanya penjajahan," tulis Trisnova. 

Aktualisasi kebebasan itu juga muncul saat masyarakat menolak untuk membayar pajak kepada pemerintah. Ajaran Saminisme agaknya mulai menyebar luas, tidak hanya di Klopo Duwur, tapi juga merebak hingga hampir seluruh wilayah Randoeblatoeng.

Kebebasan versi Samin turut memengaruhi sikap sosial masyarakat pendukungnya. Sikapnya terlihat pada penggunaan bahasa dan pakaian penganut saminis.

"Mereka tidak mengenal tingkatan bahasa Jawa, jadi bahasa yang dipakai adalah bahasa Jawa ngoko," lanjutnya. "Pakaian orang Samin biasanya terdiri atas baju lengan panjang tanpa kerah dan berwarna hitam," sambungnya.


Sampai pada tahub 1906, Saminisme dianggap sebagai sekte keagamaan yang tak membahayakan pemerintah kolonial. Namun, antusias masyarakat yang memeluk kepercayaan terhadap Samin, membuat Belanda menjadi khawatir. 

Beberapa wilayah seperti Pati, Madiun, Grobogan, Bojonegoro, dan Tuban terdampak pengaruhnya, mendorong bertambahnya penganut Saminis. Isu yang berhembus ke telinga pemerintah, bahwa Saminis yang menguat, akan memberontak pada Maret 1907.

kepanikan pemerintah kolonial akan tersiarnya kabar tersebut memunculkan tindakan agresif pemerintah. Gerakan Saminisme akhirnya dilarang oleh Belanda, dan pemimpinnya, Samin Surosentiko, ditangkap dan diasingkan ke Padang hingga akhir hayatnya.

Memasuki era modern, para pengikut Samin lebih suka menyebut dirinya dengan Sedulur Singkep atau Wong Singkep. "Mereka tak lagi menggunakan istilah Samin, karena adanya perubahan makna Samin di dalam pemahaman masyarakat sekarang ini," lanjut Trisnova.

"Samin dipahami sebagai sosok yang negatif, cenderung dengan kekonyolan, irasional, bodoh, terbelakang, atau bahkan gila," pungkasnya. Sejarah kolonial juga mencatat demikian, meski dalam perspektif masyarakat lokal di Blora, menganggap Samin adalah tokoh yang berpengaruh di zamannya. 


 

Fiksi Ilmiah? Ternyata Duel Epik Star Wars Berangkat dari Kisah Nyata

Ketika George Lucas mengembangkan alur cerita Star Wars dan membuat pahlawan serta penjahatnya, ia menggunakan unsur-unsur teologi, mistisisme, mitologi, dan pengetahuannya tentang film-film klasik. Sesuai dengan set ceritanya, sejarah kehidupan nyata juga memainkan peran sentral dalam membentuk sebuah opera ruang angkasa ini. 

"Saya suka sejarah, jadi sementara dasar psikologis Star Wars adalah mitologis, dasar politik dan sosial adalah sejarah," tutur Lucas kepada Boston Globe dalam sebuah wawancara tahun 2005. Faktanya bahwa Lucas suka sejarah saat berkolaborasi dalam penerbitan buku pada 2013 "Star Wars and History" yang diedit oleh profesor sejarah Nancy R. Reagin dan Janice Liedl. Buku itu ditulis oleh selusin sejarawan terkemuka dan mengidentifikasi banyak tokoh serta peristiwa kehidupan nyata yang mengilhami waralaba fiksi ilmiah itu. 

Star Wars tampak terang-terangan tentang keterkaitannya dengan Nazi. Bagaimanapun pasukan penyerang elit yang mengabdi pada Galactic Empire adalah pejuang paramiliter Partai Nazi—Stormtroopers.


Mulai dari seragam periwara Kekaisaran dan bahkan helem Darth Vader menyerupai anggota Angkatan Darat Jerman dalam Perang Dunia II. Serta, kenaikan bertahap Palpatine dari kanselir ke kaisar mencerminkan pendakian politik Adolf Hitler dari kanselir ke diktator.

tidak sampai situ, Adegan terakhir Star Wars 1977 di mana Putri Leia memberikan medali kepada Luke Skywalker dan Han Solo juga senada saat demonstrasi besar-besaran Nazi di Nuremberg yang ditampilkan dalam film propaganda 1935 Leni Riefenstahl, Triumph of the Will. 

RICHARD NIXON


Meski ada persamaan antara Palpatine dengan para diktator seperti Hitler atau Napoleon Bonaparte, justru inspirasi tokoh ini sebenarnya adalah Richard Nixon. Lucas ditanya apakah Palpatin adalah seorang Jedi selama konferensi cerita 1981, ia menjawab, "Tidak, dia adalah seorang politisi. Richard M. Nixon adalah namanya. Dia menumbangkan senat dan pada akhirnya mengambil alih dan menjadi orang kekaisaran dan dia benar-benar jahat. Tapi dia berpura-pura menjadi pria yang sangat baik."

Dalam sebuah wawancara tahun 2005 terbitan Chicago Tribun, Lucas mengatakan bahwa dia awalnya membayangkan Star Wars sebagai reaksi terhadap kepresidenan Nixon. "Ini benar-benar tentang Perang Vietnam, dan itu adalah periode di mana Nixon mencoba mencalonkan diri untuk masa jabatan (kedua), yang membuat saya berpikir secara historis tentang bagaimana demokrasi berubah menjadi kediktatoran? Karena demokrasi tidak digulingkan; mereka diberikan."

KSATRIA TEMPLAR


Jedi sering disamakan dengan samurai Jepang dan biksu Shaolin. Di sisi lain mereka juga menggemakkan tatanan militer monastik abad pertengahan, ksatria templar. Para templar, tulis Terrance MacMullan dalam Star Wars and History dihargai di atas ksatria lain karena kesederhanaan, pengabdian, dan kemurnian lokal mereka. 

Seperti jedi, para templar mempraktikkan kemiskinan individu dalam tatanan monastik militer yang menguasai sumber daya material yang besar. Sebuah dewan tetua beranggotakan 12 orang yang dipimpin oleh grand master. Bahkan, pakaian jedi menyerupai jubah putih berkerudung yang dikenakan oleh para rohaniawan-prajurit Kristen yag mengambil sumpah kemiskinan, kesucian, dan kepatuhan. Sementara itu, tragedi 'pembersihan' jedi di Episode III Revenge of the Sith diambil dari kisah Raja Prancis Philip IV saat memusnahkan ksatria templar setelah menangkap ratusan dari mereka pada 13 Oktober 1307 dan kemudian menyiksa dan mengeksekusi mereka karena bid'ah. 

PERANG DINGIN


Hubungan tegang antara Amerika Serikat dan Uni Soviet dikemas di layar dalam senjata utama pemusnah massal bernama Death Star, yang siap menghancurkan planet asal Putri Leia di Alderaan. 

Star Wars sendiri memasuki ranah sejarah Perang Dingin setelah diadopsi oleh media pada 1980-an sebagai nama panggilan untuk Strategic Defense Initiative usulan presiden Ronald Reagan, menghalau nuklir dengan serangan laser untuk mempertahankan Amerika Serikat. 


 

Sunday, December 26, 2021

Situs Kuburan Adipati Jing dari Qi dan Ratusan Kuda yang Dikurbankan


Pada 1964, sebuah penemuan mengejutkan terjadi di Tiongkok. Sebuah makam berisi sisa-sisa ratusan kuda, tersusun rapi dalam barisan.

Kompleks penguburan megah dan jumlah kurban yang besar ini dengan jelas menunjukkan bahwa sang pemilik makam adalah seseorang yang berkedudukan tinggi. Tak lama kemudian para peneliti berhasil mengidentifikasi bahwa makam itu milik Adipati Jing dari Qi, dan sisa-sisa tubuh ratusana kuda di sana adalah bentuk pengorbanan untuk menghormati penguburan pria bangsawan itu.

Ancient Origins mengisahkan, dari tahun 547 sampai 490 Sebelum Masehi Negara Qi diperintah oleh Adipati Jing dari Qi tersebut. Qi adalah salah satu negara yang pernah berdiri pada masa Dinasti Zhou di Tiongkok. Ibu kotanya adalah Yingqiu yang terletak di kota Zibo modern di Shandong.

Adipati Jing diberi nama Lü Chujiu saat lahir, dan nama leluhurnya adalah Jiang. Adipati Jing adalah gelar yang dia dapatkan setelah kematiannya.

Jing lahir dari selir Adipati Ling dari Qi, dan memiliki kakak tiri bernama Adipati Zhuang. Ayah mereka meninggal pada tahun 554 Sebelum Masehi, dan digantikan oleh Adipati Zhuang.

Cui Zhu, seorang menteri yang kuat, mendukung Adipati Zhuang, sampai Adipati Zhuang berselingkuh dengan istri Cui Zhu. Akibatnya, Chi Zhu membunuh Adipati Zhuang pada 548 Sebelum Masehi.

Setelah kematian saudaranya, Adipati Jing naik takhta. Dengan Adipati Jing di atas takhta, Cui Zhu dan bangsawan Qing Feng mengambil kendali negara sebagai wakil perdana menteri.

Setelah banyak kekacauan di Negara Qi yang disebabkan oleh kerusuhan antara Cui Zhi dan Qing Feng, Adipati Jing menunjuk Yan Ying sebagai perdana menteri. Setelah itu dimulailah periode perdamaian dan kemakmuran bagi Negara Qi.

Adipati Jing menikah dengan Putri Yan Ji dari Negara Bagian Yan. Putra mereka menjadi putra mahkota Qi. Namun dia meninggal pada masa pemerintahan Adipati Jing.

Adipati Jing memiliki setidaknya lima putra dewasa lainnya --atau bahkan lebih-- tetapi dia memilih putra bungsunya, Pangeran Tu, sebagai putra mahkota yang baru. Pangeran Tu lahir dari seorang ibu berstatus rendah, dan ia masih kecil saat dinobatkan sebagai putra mahkota.

Untuk memastikan dukungan untuk putra bungsunya, Adipati Jing memerintahkan para menteri dari klan Guo dan Gao untuk mendukung Pangeran Tu. Putra-putra Adipati Jing lainnya diasingkan ke kota terpencil Lai. Segera setelah itu, Adipati Jing meninggal pada tahun 490 Sebelum Masehi.

Meskipun Pangeran Tu dilantik di atas takhta, beberapa klan melancarkan kudeta, dan putra Adipati Jing Pangeran Yangsheng kemudian dibawa kembali untuk mengambil alih takhta. Pangeran Yangsheng membunuh Pangeran Tu dan mengambil alih kekuasan. Ia kemudian dikenal sebagai Adipati Dao dari Qi.

Adipati Jing dari Qi dimakamkan di Yatou di Distrik Linzi di Zibo, Provinsi Shandong. Di sisi utara makam, para arkeolog menemukan penguburan kurban 145 kuda di dalam lubang berukuran panjang 215 meter, dan mengelilingi tiga sisi makam.

Beberapa tahun kemudian, 106 kerangka kuda lainnya ditemukan di makam itu, sehingga total menjadi 251. Kuda-kuda itu diyakini masih muda, berusia antara 5 sampai 7 tahun saat dikorbankan. Kuda-kuda itu juga diyakini telah diberi alkohol sampai mereka pingsan, lalu kepala mereka dipukuli sampai mati.

Penggalian makam dihentikan pada 2003 karena persiapan yang tidak memadai. Namun, para arkeolog pada saat itu memperkirakan bahwa mungkin ada hingga 600 kuda lagi yang dikuburkan untuk menghormati Adipati Jing, bersama dengan 30 anjing, dua babi, dan enam hewan peliharaan lainnya.

Setelah jeda selama 16 tahun, penggalian di makam Adipati Jing kini telah dilanjutkan kembali. Para ahli akhirnya dapat memastikan jumlah kuda yang terkubur di sana. Kantor Berita Xinhua mengungkapkan bahwa lebih dari 3.000 peninggalan budaya telah digali selama penggalian awal, dan lebih banyak lagi yang diharapkan dapat ditemukan selama 8 bulan ke depan saat para arkeolog melanjutkan eksplorasi.

Situs Makam Adipati Jing dari Qi sekarang menjadi museum, dan merupakan Situs Sejarah dan Budaya Nasional. Situs tersebut juga sedang dipertimbangkan untuk menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO.

Sisa-sisa kuda kurban ini merupakan penemuan yang luar biasa, karena sulit membayangkan kerumitan pengorbanan sebesar itu. Menurut catatan sejarah, Adipati Jing tergila-gila dengan kuda, yang menunjukkan bahwa kurban ini dilakukan sebagai tanda kehormatan besar kepada sang raja yang telah mangkat itu.vvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvvv


 

Saturday, December 25, 2021

Pesan Misterius di Pedang Ksatria Abad Pertengahan Belum Terpecahkan

Pedang abad pertengahan yang menyimpan prasasti misterius telah membingungkan sejarawan selama berabad-abad.

Hanya sedikit fakta yang diketahui tentang pedang berbobot hampir 1,2 Kg dan berukuran panjang 96 cm ini. Termasuk arti keseluruhan dibalik 18 huruf pesan samar yang tertulis  di tengah pedang:

“NDXOXCHWDRGHDXORVI”

Saat ini Perpustakaan Nasional Inggris telah meminta bantuan publik untuk memecahkan teka-teki tersebut.

Sejauh ini, banyak orang yang menduga pesan misterius tersebut sebagai frasa “siap tempur” dalam peperangan abad pertengahan, huruf-huruf pertama dalam sebuah puisi, atau hanya asal-asalan dibuat oleh pengerajin yang buta huruf.

Senjata tersebut ditemukan di dasar Suntgai Witham di Lincolnshire pada tahun 1825, tetapi pedang itu dipercaya sebagai pedang yang dimiliki oleh ksatria pada abad ke 13.

“Ini khas dari jenis pedang milik ksatria dan para prajurit abad pertengahan yang digunakan saat pemerintahan Raja John dan Magna Carta,” ujar seorang kurator benda antik, Julian Harrison kepada Mail Online.

“Jika diayunkan dengan kekuatan yang cukup, pedang ini bisa membelah kepala manusia menjadi dua bagian,” tulis Harrison dalam blog Perpustakaan Nasional Inggris.

Para ahli sempat berspekulasi bahwa tulisan tersebut merupakan doa sebuah agama karena bahasanya tidak diketahui. Pedang itu mungkin dibuat di Jerman, yang berarti bisa saja pesan tersebut dituliskan dalam versi ‘lidah Jerman’.

Harrison mengatakan banyak spekulasi yang berseliweran, beberapa diantaranya ada yang cukup aneh, ada pula yang menarik. Namun hingga kini belum ada satu pun yang dapat dibuktikan kebenarannya.

Pedang tersebut kini dipamerkan sebagai bagian dari pameran perpustakaan nasional, Magna Carta: Hukum, Liberty, Legacy dan pinjaman dari British Museum.

Pedang itu ditampilkan tepat di samping naskah abad ke-14 dari Grandes chroniques de France, terbuka pada halaman  yang menampilkan invasi Perancis atas Normandia pada 1203.

Pedang itu ditampilkan tepat di samping naskah abad ke-14 dari Grandes chroniques de France, terbuka pada halaman yang menampilkan invasi Perancis atas Normandia pada 1203. (British Library)
Harrison mengatakan bahwa di lengan pria dalam naskah itu terlihat memegang pedang yang sangat mirip dengan pedang dengan pesan aneh tersebut.

Pameran ini ditutup pada tanggal 1 September 2015.

Friday, December 24, 2021

Penemuan Kulit Anakonda Raksasa

Selembar kulit ular ditemukan di tepi sungai yang indah, tepatnya di timur laut Amerika Serikat. Kulit tersebut dicurigai milik anakonda, ular dalam kisah legenda ‘Wessie’ dari Westbrook, Maine.

Penampakan ular dimulai pada bulan Juni lalu, ketika seorang wanita mengajukan laporan pada departemen kepolisian Westbrook. Ia mengaku telah melihat ular besar seperti truk, dengan kepala seukuran bola basket. Setelah laporan diterima, polisi melakukan patroli di dekat lokasi penampakan ular besar pertama kali. Polisi melihat ular memangsa mamalia, kemungkinan seekor berang-berang. Baru-baru saja terjadi adalah penemuan kulit ular.

Pada 20 Agustus, seorang pria berjalan di sepanjang Sungai Presumpscot, ia tak sengaja menemukan kulit ular sepanjang 12 kaki panjang. Lokasi masih dekat dengan dua penampakan sebelumnya.

Anehnya, berita penampakan ular dan temuan kulit ular memberi daya tarik tersendiri pada masyarakat setempat. Mereka justru memanfaatkan kesempatan ini. Toko pakaian mulai menjual kemeja bertema Wessie. Bahkan, satu industri bir lokal membuat bir edisi khusus untuk menghormati ular raksasa yang melegenda.

"Ini semacam mengambil keuntungan dari setiap penampakan, dan hal sosial-media yang telah menjadi viral" kata Sean Lally, kapten polisi di Westbrook. "Banyak orang menganggapnya hanya sebagai hal ringan, seperti rakasa Nessie,” tambahnya.

Seiring dengan viralnya keberadaan anakonda di Westbrook, pejabat setempat mengirim sampel kulit ular pada John Palcyk, seorang ahli biologi di Universitas Texas di Tyler. Pengiriman ini dimaksudkan untuk menganalisis genetik ular tersebut.

Placyk mengurutkan genom mitokondria kulit ular dan menemukan bahwa itu benar-benar milik anaconda. Temuan mengejutkan ini pada akhirnya diumukpan oleh pejabat pada 30 Agustus.

"Ini cukup tak terduga, saya akan memberitahu Anda bahwa kulit tersebut seratus persen cocok dengan genom anakonda,” papar Palcyk.

Wednesday, December 22, 2021

Legenda Zhuge Liang Mencari Pendamping Hidupnya yang Berwajah Buruk

 Ilustrasi Zhuge Liang

Ada beberapa versi bagaimana Zhuge Liang bertemu dengan istrinya yang dikenal sebagai Nyonya Huang. Banyak orang menyorot kisah cinta ini sebagai penghargaan atas kecerdasan ketimbang kecantikan fisik. 

Kala itu, kira-kira Zhuge Liang baru berusia 17 hingga 18 tahun saat dirinya menetap di Wolong Gang, Kota Nanyang, dan membangun sebuah pondok jerami. Ia membajak ladang dan belajar dengan giat.

Seorang pengawal bernama Huang Chengyan yang tinggal di bawah Wolong Gang Ridge mengagumi sosok Zhuge yang bijaksana dan lurus. Seringkali Zhuge mencari nasihat Huang dan memintanya untuk membaca tulisanya.

Huang lantas menawarkan seorang putri untuk dinikahkan dengan Zhuge. Namun, ia tidak langsung menerima tawaran itu karena mendengar kabar bahwa putri Huang berwajah jelek. Zhuge juga tidak langsung menolaknya, lamaran pernikahanya pun ditunda. 

Sejak saat itu, Huang dan Zhuge hanya membagikan pengetahuan mereka, dan tidak ada sepatah kata pun tentang lamaran pernikahan yang disebutkan ketika Huang mengunjungi Zhuge.

Satu waktu Huang berkata kepada Zhuge, "Aku sering mengunjungimu, tapi kamu tidak pernah memanggilku."

Zhuge menjawab: “Maafkan saya karena tidak sopan. Aku akan mengunjungimu lain kali."

Beberapa hari kemudian, Zhuge mengunjungi kediaman Huang dan dipersilahkan masuk oleh penjaga. Ketika melangkah masuk, ia tidak bisa menahan perasaan aneh. Ia melihat sekeliling dan mendengar suara. Tiba-tiba, dua anjing berlari ke arahnya--satu berwarna hitam legam dan satu lagi putih bagai salju.

Zhuge ingin kembali, tapi pintu tidak mau terbuka. Zhuge panik saat mencoba menghindari anjing-anjing yang terus menggonggong dan berusaha menerjangnya.

Pada saat itu, seorang pelayan berlari keluar dan menepuk kepala anjing tersebut. Mereka segera duduk diam. Dia kemudian memutar telinga mereka, dan mereka lari ke balik petak bunga. Karena penasaran, Zhuge mengikuti mereka untuk melihat lebih dekat. Dia menyadari bahwa mereka terbuat dari kayu dan dilapisi kulit anjing. Dia bertanya kepada pelayan yang menemukan anjing mekanik, tetapi pelayan itu hanya tersenyum dan lari.

Zhuge berjalan lebih jauh ke dalam rumah. Ketika dia sampai di pintu ketiga, dua harimau berlari keluar dan menerjangnya. Zhuge berpikir, "Mungkin juga palsu." Dia menepuk kepala harimau, tetapi yang mengejutkan, harimau menerkamnya dengan mulut terbuka.

Harimau itu menjepit Zhuge dengan erat dan menolak untuk melepaskannya. Saat itu, pelayan itu datang lagi dan berkata: “Kamu mencoba menjadi pandai. Bagaimana Anda bisa menggunakan cara Anda menangani anjing untuk menangani harimau? "

Saat dia berbicara, dia menepuk pantat mereka, dan mereka duduk diam.

Zhuge merasa malu dan menghela nafas. “Sangat sulit untuk memasuki halaman yang luas ini. Tolong tunjukkan jalan masuknya! ”

Pelayan itu berkata, "Saya sibuk mengolah mie!"

Zhuge melihat pabrik dengan keledai kayu berputar-putar. Dia tercengang. Dia berseru: “Ah! Saya hanya tahu bahwa Guru Huang berpengetahuan luas. Aku heran dia bisa membuat ini! "

Pelayan itu tertawa dan berkata, "Tuan tidak peduli tentang ini!"

Zhuge bertanya dengan cemas, "Siapa jika bukan pengawal?"

“Silakan masuk. Kamu akan tahu,” jawab pelayan itu.

Zhuge berpikir: "Setiap kali saya membuka pintu, saya disambut dengan perangkat baru yang menyebabkan banyak masalah bagi saya. Apa yang harus saya lakukan?"

Saat dia ragu-ragu, pintu terbuka, dan keluarlah seorang wanita. Wanita itu tinggi dengan sikap lembut dan bermartabat, hanya saja wajahnya agak gelap dan memiliki beberapa bekas cakaran.

Dia datang ke lorong dan bertanya kepada pelayan, "Siapa tamu ini?"

Sebelum pelayan dapat menjawab, Zhuge membungkuk dan menjawab: "Saya Zhuge Kongming (nama gaya Zhuge) dari Wolong Gang. Saya di sini untuk mengunjungi Tuan Huang! "

"Silakan masuk!" wanita itu segera berkata, dan kemudian dia kembali.

Pelayan itu melihat Zhuge masih terpaku di tanah, dan dia mendesaknya: "Ikuti dia! Pintunya terbuka, dan wanita itu akan menghentikan semua hal agar tidak keluar. Tidak ada yang akan keluar dan membuatmu takut lagi! "

Zhuge melanjutkan dengan hati-hati. Setelah dia berbelok beberapa sudut dan memasuki beberapa pintu lagi, dia akhirnya sampai di sebuah gedung.

Huang memimpin Zhuge ke atas, dan ketika mereka akhirnya duduk, Zhuge tidak sabar untuk mencari tahu penemu perangkat tersebut. Dia berkata, "Tidak mudah mengunjungi Guru!" Dia kemudian memberi tahu Huang apa yang baru saja terjadi.

Huang tertawa keras dan berkata: “Putriku jelek itu selalu mengerjakan hal seperti itu. Tidak sopan menakut-nakuti Anda! "

Setelah mendengar penjelasan Huang, Zhuge tersipu dan mulai mengomel pada dirinya sendiri: "Zhuge Liang! Kamu sangat pusing. Pengawal menawarkan putrinya untuk menikah, tetapi Anda membenci keburukannya. Di mana Anda bisa menemukan orang yang sangat berbakat? Dimana keburukannya? "

Pada saat itu, dia berseru, "Kebijaksanaan Nona Huang melebihi yang lainnya, dan saya sangat mengaguminya!"

Huang berkata, “Putri saya sangat jelek. Aku sudah mencoba menawarkannya untuk menikah dengan seseorang, tapi..."

Sebelum Huang selesai, Zhuge berkata, "Saya di sini khusus untuk mengunjungi ayah mertua saya!"

Dengan itu, dia berlutut dan bersujud ke Huang. Huang tertawa dan membantunya berdiri.



Sunday, December 19, 2021

Fosil Bayi Monster Laut Tertua Ditemukan di Cina


Embrio tertua reptil laut masa Mesozoikum telah digali di Cina, dari masa lebih awal 10 juta tahun dari catatan fosil sebelumnya.

Fosil berusia 248 juta tahun dari era Mesozoikum ( 252-66 juta tahun lalu) mengungkapkan bayi Ichthyosaurus dalam induknya (orange) dan satu lagi terjebak dalam pinggulnya (kuning). Embrio ketiga ditemukan di dekatnya menunjukkan lahir mati. Ilmuwan percaya sang induk mati saat persalinan yang sulit itu.

Ichthyosaurus yang langsing mirip belut termasuk genus Chaohusaurus dan merupakan spesies tertua dari kelompok ini. Penemuan ini diterbitkan dalam jurnal PLoS ONE,12 Februari 2014.

Bukan hanya usia penemuan era Mesozoikum yang mengejutkan, tapi juga mematahkan keyakinan selama ini, bahwa ichthyosaurus yang dijuluki monster laut, melahirkan dalam air, bukan di darat.

Para ilmuwan mencapai kesimpulan ini karena fosil menunjukkan, si bayi lahir dengan kepala lebih dahulu. Hal ini hanya ditemukan pada hewan yang melahirkan di darat. Bayi-bayi kebanyakan hewan laut, seperti paus dan sapi laut, dilahirkan dengan ekor pertama kali keluar.
"Ini adalah kejutan besar. Awalnya saya tidak percaya ketika pertama kali melihatnya," kata pemimpin kajian ini, Ryosuke Motani, ahli reptil laut prasejarah di University of California, Davis.

Umumnya, reptil bertelur dan mamalia melahirkan, strategi yang dikenal sebagai viviparity, keseimbangan dalam cara reproduksi (berkembang biak). Namun penelitian terbaru menunjukkan, bahwa selama lintasan evolusi perkembangbiakan, reptil bolak-balik antara dua strategi beranak-bertelur sebelum menetap di bertelur. Kelahiran hidup pada reptil tampaknya telah berevolusi lebih dari 100 kali dalam sejarah. Tapi ada banyak kesenjangan dalam pengetahuan ilmiah seputar fenomena dalam reptil laut purba.

Sejak Ichthyosaurus berevolusi pertama di darat sebelum menjadi hewan air, beberapa spesies pertama yang hidup di air, seperti Chaohusaurus, masih melahirkan seperti nenek moyang mereka - di darat.

Jadi "Kelahiran hidup tidak berevolusi dalam air seperti dugaan ilmuwan selama ini," kata Motani. "Asumsi kami ternyata salah."


 

Friday, December 17, 2021

Gambar Negara Jepang Hingga Makhluk Mitos ini Hiasi Peta Dunia Abad Pertengahan


Peta dunia versi jaman Renaisans tersebut ditemukan David Rumsey Map Center pada bulan September 1587. Peta itu memiliki halaman-halaman dengan sajian visual dua dimensi serta mengajak orang melihat dunia.

Keunikan peta tersebut adalah tidak hanya gambar pulau atau benua saja, tetapi ada ilustrasi makhluk
mitos
seperti pegasus, kuda berkepala manusia atau centaur, putri duyung dan grifon atau binatang khayalan, di beberapa lokasi di peta.

Mengutip dari kompas.com (2/1/18), G. Salim Mohammed, seorang kurator dari David Rumsey Map Center di Standford University, berpendapat bahwa hasil karya Monte adalah manuskrip kartografi. "Saya menyebutnya sebuah karya manuskrip kartografi,"

Proses digitalisasi peta karya Monte dimulai ketika David Rumsey Map Center memperoleh peta yang berisi tiga dokumen awal dan asli milik Monte. Para peneliti kemudian menyusun halaman pada peta seperti menyusun naskah menjadi buku.

Ketika itu peneliti menemukan petunjuk yang berisi keinginan Monte soal bagaimana seharusnya peta itu dilihat. Lalu dengan memindai per halaman, para ilmuwan dapat menyusun peta
digital
berukuran 3x3 meter, persisi seperti apa yang diinginkan Monte.

"Idenya adalah agar bisa disatukan dan digantung di dinding dengan lubang di tengahnya, sehingga Anda bisa benar-benar melihatnya seperti cakram," kata Mohammed. Peta ini menjadi peta dunia terbesar yang dibuat pada masa Renaisan. 

Sementara itu, sejarawan mencatat bahwa Monte adalah seorang bangsawan kaya raya. Monte menekuni seni membuat peta atau kartografi sejak umur 41. Urbano Monte tinggal di Italia (1544-1613).

Saat berusia 35, Monte menikah dengan Margarita Niguarda yang saat itu berusia 18 tahun. Mereka dikarunia lima orang anak. Kekayaan Monte tidak mengharuskan dirinya bekerja layaknya warga biasa.

Berdasar informasi dari David Rumsey Map Center, Monte menghabiskan waktunya untuk berburu buku untuk dikumpulkan di perpustakaannya yang terkenal dan belajar ilmu pengetahuan.

Salah satu pemicu Monte tertarik menjadi kartografer adalah saat dirinya pertama kali berkunjung ke kedubes Jepang yang berdiri di Eropa pada tahun 1585.

Ilmu geografi Jepang lah yang menarik hati Monte dan berdasar informasi yang ada di atlas milik Monte, pada saat itu "mural peta" juga baru menjadi tren dekorasi di Italia.

Monte memulai proyek melukis atlas dengan mengandalkan sumber kontemporer dan mengkonsolidasikan dengan pengetahuan geografis, tambah Mohammed.

Kemudian, bagaimana gambar makhluk- makhluk mitos itu bisa muncul di peta?

Mohammed menjelaskan bahwa proyeksi makluk mitos tersebut memang terlihat aneh di masa sekarang, namun hal ini cukup masuk akal di jamannya.


"Hal yang menarik lainnya, Monte menggambar pulau Jepang dengan ukuran lebih besar di petanya. Pulau-pulau di Jepang dia gambar secara horisontal bukan vertikal. Ini sebetulnya menunjukan kedekatan dan pengetahuannya tentang Negeri Matahari Terbit tersebut," terang Mohammed.

Sekarang, masyarakat dapat melihat manuskrip yang sebenarnya, salinan cetaknya dan versi digitalnya di layar sentuh di Stanford University, tempat para ilmuwan mempelajari peta langka tersebut.




 

Thursday, December 16, 2021

Ternyata Ada Virus Purba Misterius Yang Tersembunyi Di Dalam DNA Manusia


Jejak virus purba yang menginfeksi manusia purba Neandertal ditemukan pada manusia, tak hanya oleh peneliti Oxford University tapi juga oleh para peneliti dari Plymouth University.

Untuk menemukannya, peneliti membandingkan data genetik dari fosil Neandertal dan manusia purba lain yang disebut Denisovan dengan data genetik manusia modern yang terkena kanker.

Pohon silsilah keluarga manusia

Pohon silsilah keluarga manusia

Ilmuwan menemukan bukti adanya DNA virus yang menyerang manusia pada kelompok Neanderthal dan Denisovan di masa lalu yang menurun pada DNA manusia modern dimasa kini.

Itu artinya, bahwa “virus warisan” yang misterus itu sudah eksis di dalam tubuh manusia sejak 500 juta tahun lalu!

Berdasarkan penelitian itu, diketahui bahwa 8 persen dari DNA manusia tersusun atas DNA retrovirus endogen (ERVs).

Penemuan DNA retrovirus endogen atau Endogenous retroviruses (ERVs) itu dilaporkan pada jurnal Current Biology, dan diharapkan akan membantu para ilmuwan untuk menguak kemungkinan hubungan antara virus purba dan penyakit seperti kanker dan HIV pada manusia modern dimasa kini.

Dampak “DNA Sampah” Dalam Tubuh Manusia Modern

DNA virus purba itu diturunkan dari generasi ke generasi. DNA virus ini adalah bagian dari 90 persen DNA manusia yang belum diketahui fungsinya, disebut “junk DNA”. Junk DNA secara harafiah memang berarti DNA sampah, tak berguna. Namun, menurut Gkikas Magiorkinis dari Departemen Zoologi, Oxford University, “junk DNA” bisa punya dampak.

“Dalam kondisi tertentu, dua virus junk bisa bergabung dan menyebabkan penyakit. Kami sudah melihat ini di banyak hewan,” kata Magiorkinis.

Denisovans (ilustrasi)

Denisovans (ilustrasi)

“ERVs bisa menyebabkan kanker ketika diaktivasi oleh bakteri pada tikus dengan kekebalan tubuh yang menurun,” imbuhnya seperti yang pernah di rilis pada situs Oxford.

Magiorkinis berencana terus mencari tahu virus yang dimasukkan pada famili HML2, yang diduga berkaitan dengan HIV dan kanker itu.

Menurut Magiorkinis, respons pasien terhadap HML2 akan berhubungan dengan kecepatan perkembangan fase infeksi HIV ke tahap AIDS.

“Pasien HIV juga memiliki risiko lebih besar terkena kanker untuk sebab yang belum diketahui. Mungkin faktor risiko itu adalah genetik, mungkin HML 2,” kata Magiorkinis.

“Virus itu juga mungkin diaktivasi kembali pada pasien kanker dan HIV, jadi mungkin akan menjadi target terapi di masa depan,” tambahnya.

Robert Belshaw dari Plymouth University menganalisis genom 300 pasien untuk mengetahui penyebaran virus itu. Diperkirakan, virus itu telah menyebar ke populasi yang luas.

Ada tiga golongan Retro virus (virus masa lalu)

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f3/Hiv_gross.png/280px-Hiv_gross.png

HIV retrovirus schematic of cell infection, virus production and virus structure (wikimedia)

Retrovirus merupakan salah satu golongan virus yang terdiri dari satu benang tunggal RNA (bukannya DNA).

Setelah menginfeksi sel, virus tersebut akan membentuk replika DNA dari RNA-nya dengan menggunakan enzim reverse transcriptase.

Retrovirus terdapat pada kera-kera kecil, atau kera besar macam gorila atau simpanse yang ada di benua Afrika, serta orangutan yang ada di Sumatera dan Kalimantan.

Ada tiga golongan retrovirus yang ditemukan pada primata yaitu oncornaviruses, lentiviruses, dan spumaviruses. Meskipun jumlahnya sangat sedikit, ketiga golongan virus tersebut beresiko menular pada manusia baik melalui gigitan, urin maupun feses (kotoran). Berikut virus-virus tersebut :

1. Oncornaviruses (subfamilies Oncovirinae)

Ada empat jenis ornocavirus yang terdapat pada non human primata (ordo) (NHP) yaitu Simian T-lymphotropic virus (STLV), Gibbon ape leukemia virus (GaLV), Simian sarcoma virus, dan Simian retrovirus Type D (SRV).

1.1. Simian T-lymphotropic virus (STLV), sangat mirip dengan Human T-cell leukemia virus (HTLV) yang banyak sekali terdapat di Asia, Afrika maupun Amerika. Meskipun kasus kejadiannya tidak banyak, HTLV dapat menyebabkan leukemia pada sel T dewasa atau lymphoma pada manusia yang terinfeksi. Selain itu, strain virus HTLV I juga berkaitan dengan tropical spastic paraparesis yaitu suatu gangguan syaraf yang langka. Hal yang amat mengkhawatirkan, saat ini telah diketahui bahwa HTLV ternyata berasal dari STLV purba yang menular antar spesies yang berbeda. Bahkan sebuah survei yang dilakukan oleh Verschoor et al. (1998) terhadap 143 orangutan di Kalimantan Tengah menunjukkan adanya dua ekor orangutan yang terinfeksi oleh virus HTLV I. Dengan demikian, peluang virus golongan ini untuk menginfeksi manusia semakin besar.

Cara Penularan Simian T-lymphotropic virus  (STLV): hubungan seksual dan air susu induk.

1.2. Gibbon ape leukemia virus (GaLV), juga dapat mengakibatkan leukemia meskipun hewan yang dijangkiti masih tampak sehat. Virus ini dapat berpindah antar spesies.

Cara penularan Gibbon ape leukemia virus (GaLV): urin, feses dan kemungkinan hubungan seksual

1.3. Simian sarcoma virus, yang kemungkinan merupakan mutan dari GaLV diketahui menginfeksi monyet wooly yang serumah dengan gibbon.

Cara Penularan Simian sarcoma virus: hubungan seksual, gigitan, dari induk ke anak.

1.4. Simian retrovirus Type D (SRV), terdiri dari beberapa jenis virus. Virus ini biasanya menyerang monyet dan menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh. Namun, monyet yang terserang virus ini tetap terlihat sehat. Antibodi terhadap retrovirus tipe D telah dilaporkan pada 2 dari 247 orang yang sehari-hari berhubungan dengan primata non manusia.

Cara Penularan Simian retrovirus Type D (SRV): hubungan seksual, gigitan, dari induk ke anak.

2. Lentiviruses (subfamilies Lentivirinae)

Salah satu golongan lentivirus yang amat berbahaya adalah Simian immunodeficiency virus (SIV). Virus ini berkerabat erat dengan HIV (Human Immunodeficiency Virus). Virus HIV 1 berasal dari strain SIV simpanse. Sedangkan virus HIV 2 berasal dari SIV sooty mangabeys. Ada sejumlah besar monyet Afrika baik yang liar maupun tangkapan yang terinfeksi oleh SIV. Jenis strainnya berbeda-beda, sesuai dengan jenis spesiesnya. Sebagian besar hewan yang terinfeksi oleh virus ini, tetap terlihat sehat.

Primata Asia bukanlah induk semang alami dari SIV. Dengan demikian, apabila terkena SIV, primata Asia (termasuk orangutan) akan sangat mudah mengalami penurunan kekebalan tubuh. Saat ini ada 0.06% (2 dari 3123) manusia yang biasa bekerja dengan primata yang terinfeksi oleh virus ini. Satu di antara kedua orang tersebut selanjutnya menunjukkan hasil uji serologi yang negatif, namun yang lainnya tetap positif. Namun mereka berdua tidak menunjukkan gejala penyakit.

3. Spumaviruses (subfamilies Spumavirinae)

Spuma virus yang terdapat pada primata adalah Simian Foamy Virus (SFV). Virus ini banyak ditemukan pada primata dunia baru maupun lama. Ada 3,7% atau 11 dari 296 orang yang biasa berhubungan dengan primata telah terinfeksi oleh virus ini.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/97/Phylogeny_of_Retroviruses.svg/640px-Phylogeny_of_Retroviruses.svg.png

Phylogeny of Retroviruses (wikimedia)

Berbeda Dengan Manusia Modern, Neanderthal dan Denisovan Tak Kenal Autisme

Liran Carmel dan tim peneliti dari Hebrew University of Jerusalem, Israel, berhasil membuat peta aktivitas gen pada Neanderthal dan Denisovan, yang secara genetik sangat mirip dengan kita. Mereka lalu membandingkannya dengan manusia modern.

Denisovans (ilustrasi)

Denisovans (ilustrasi)

Ternyata, peta ekspresi gen pada dua saudara tua kita itu menunjukkan perbedaan penting antara aktivitas gen mereka dan gen kita.

Hasil ini mengindikasikan pula bahwa kelainan otak, seperti schizophrenia dan autisme tampaknya hanya terjadi pada manusia masa kini.

Peneliti sudah mengetahui bahwa aktivitas gen umumnya menurun jika ia terkena senyawa kimia yang mengandung methyl, sebuah proses yang dikenal dengan methylation.

Dari studi diatas, terungkap bahwa methylation pada manusia modern kemungkinan mempengaruhi gen yang berkaitan dengan kelainan syaraf. Berbeda dengan kondisi yang terjadi pada Neanderthal dan Denisovan.

Menurut Bernard Crespi, peneliti dari Simon Fraser University, Burnaby, Kanada yang mempelajari evolusi perkembangan syaraf manusia, para peneliti berpendapat bahwa kelainan diatas memang merupakan kelainan unik milik manusia.

Neanderthal (ilustrasi)

Neanderthal (ilustrasi)

Autisme dan schizophrenia umum dilihat sebagai kelainan yang melibatkan perilaku spesifik manusia, seperti bahasa dan kognisi sosial yang kompleks,” kata Crespi.

“Dengan demikian, kelainan ini diperkirakan memang hanya milik manusia, atau setidaknya kemungkinan besar hanya dialami manusia,” lanjut Crespi menjelaskan.

Temuan terbaru ini, sebut Chris Stringer, peneliti dari Natural History Museum, London, merupakan pencapaian luar biasa. “Ini menjanjikan terobosan lebih lanjut terkait pemahaman biologi manusia pra-modern,” ucap Chris.

Kepunahan Leluhur Manusia Berdampak pada Kesehatan Saat ini

Neanderthal sebagai sub-spesies manusia yang telah punah ini, ternyata juga memiliki pengaruh genetik halus pada manusia modern. Sebuah studi yang membandingkan DNA Neanderthal dengan gen orang-orang keturunan Eropa dan Asia.

Studi tersebut menemukan bahwa sejumlah penyakit, termasuk depresi dan kelainan darah, ada pada manusia, berkat nenek moyang kita. Dengan teknologi modern, saat ini memungkinkan untuk mengurutkan DNA Neanderthal sepupu jauh kita.

Pada penelitian yang membandingkan materi genetik dari kerabat yang paling dekat dengan kepunahan manusia dengan database genetik 28.000 orang keturunan Eurasia, para ilmuwan telah mengkonfirmasi pengaruh biologis terhadap nenek moyang manusia modern.

DNA diturunkan melalui kawin silang Neanderthal, yang hidup di daerah yang saat ini diketahui sebagai Eropa dan Asia, dan manusia purba, yang telah bermigrasi keluar dari Afrika.

Spread_and_evolution_of_Denisovans - The Evolution and geographic spread of Denisovans as compared with other groups.jpg

Penyebaran evolusi dan geografi sub spesies atau grup manusia di dunia

Sebagai hasil dari mereka yang berbaur adalah bahwa 40 sampai 60.000 tahun yang lalu, manusia telah mewarisi sekitar dua persen DNA mereka dari Neanderthal. Sebelumnya ilmuwan berspekulasi bahwa antara satu dan empat persen dari materi genetik kita berasal dari Neanderthal.

John Capra, penulis utama studi dan profesor ilmu biologi di Vanderbilt University di Nashville, Tennessee, mengatakan tampaknya kondisi kesehatan manusia modern yang (termasuk gangguan sistem kekebalan tubuh, kulit, sistem saraf serta kesehatan reproduksi) secara tidak langsung dipengaruhi oleh Neanderthal. Capra mengatakan gen leluhur manusia purba juga tampaknya telah mempengaruhi perkembangan depresi klinis, penyakit jiwa yang serius.

“Hasil yang kami dapatkan adalah bahwa Neanderthal mengalami depresi, atau bahwa mereka yang membuat kita tertekan. Ini yang kita temukan dalam lingkungan DNA modern, yang kita warisi dari Neanderthal telah mengalami pengaruh pada sistem ini. Apa efeknya yang masih harus dilihat, tetapi pasti menarik mengapa itu mungkin terjadi, “kata Capra.

manusia neanderthal - Arthursclipart 01Temuan yang menghubungkan DNA Neanderthal dengan manusia modern ini diteliti oleh John Capra dan rekannya. Mereka menerbitkan makalah dalam jurnal Science.

Para peneliti meluncurkan karya mereka pada pertemuan tahunan Asosiasi Amerika untuk Kemajuan Ilmu Pengetahuan. Ini adalah perbandingan langsung dari DNA Neanderthal dengan manusia modern pertama kalinya.

Capra mengatakan gen mungkin memberikan beberapa manfaat lingkungan bagi manusia sub-spesies yang telah punah. Ia berharap bahwa membandingkannya dengan profil genetik dari orang abad ke-21, mungkin memberitahu peneliti bagaimana manusia berevolusi dan bagaimana gen berkontribusi terhadap penyakit modern.

“Dan sementara DNA Neanderthal memiliki pengaruh yang signifikan pada mereka atau risiko bagi mereka, itu tidak berarti malapetaka bagi kita untuk memiliki penyakit tersebut,” katanya. Capra mengatakan bahwa DNA kuno mungkin telah berkontribusi terhadap sifat-sifat fisik yang lain yang belum ditemukan. (newscientist.com/ Current Biology/ Oxford/ KOMPAS.com/ NatGeo Indonesia/ icc.wp.com)

Pustaka:

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/2b/Life_Cycle_of_a_Retrovirus.svg/640px-Life_Cycle_of_a_Retrovirus.svg.png

A retrovirus has a membrane containing glycoproteins, which are able to bind to a receptor protein on a host cell. There are two strands of RNA within the cell that have three enzymes: protease, reverse transcriptase, and integrase (1). The first step of replication is the binding of the glycoprotein to the receptor protein (2). Once these have been bound, the cell membrane degrades, becoming part of the host cell, and the RNA strands and enzymes enter the cell (3). Within the cell, reverse transcriptase creates a complementary strand of DNA from the retrovirus RNA and the RNA is degraded; this strand of DNA is known as cDNA (4). The cDNA is then replicated, and the two strands form a weak bond and enter the nucleus (5). Once in the nucleus, the DNA is integrated into the host cell’s DNA with the help of integrase (6). This cell can either stay dormant, or RNA may be synthesized from the DNA and used to create the proteins for a new retrovirus (7). Ribosome units are used to transcribe the mRNA of the virus into the amino acid sequences which can be made into proteins in the rough endoplasmic reticulum. This step will also make viral enzymes and capsid proteins (8). Viral RNA will be made in the nucleus. These pieces are then gathered together and are pinched off of the cell membrane as a new retrovirus (9).(wikimedia)

Keluarga manusia purba Neanderthal

Keluarga manusia purba Neanderthal

Ilustrasi Keluarga Neanderthal sedang berkumpul.