Monday, January 31, 2022

Terletak 60 Meter di Bawah Tanah, Harta Karun Nazi Senilai Triliunan Rupiah Terungkap Lewat Sebuah Buku Harian, Istana Tua Ini Jadi Kuncinya


 Setelah berlalu dan menjadi sejarah, mungkin masa lalu masih menyimpan beberapa rahasianya secara rapat.

Bisa saja suatu ketika, setelah masa demi masa berganti, rahasia itu baru akan terbongkar.

Melansir Live Science (2/6/2020), Sebuah buku harian yang ditulis 75 tahun lalu oleh seorang perwira, Waffen Schutzstaffel, yang menggunakan nama samaran 'Michaelis' menguraikan rencana komandan Nazi Heinrich Himmler untuk menyembunyikan kekayaan Eropa yang dicuri, artefak dan karya seni yang tak ternilai.

Mungkin berton-ton emas disembunyikan di suatu tempat oleh Nazi.

Buku harian itu mencantumkan 11 situs tempat Nazi menyembunyikan emas yang dijarah, permata, lukisan tak ternilai, dan benda-benda keagamaan. Diperkirakan bernilai miliaran dolar atau triliunan rupiah.

Salah satu lokasi yang disebutnya adalah sumur terlantar yang memanjang hampir 200 kaki (60 meter) di bawah tanah, di bawah Istana Hochberg abad ke-16 di desa Roztoka, di Polandia barat daya.

Emas di dasar sumur diperkirakan berasal dari Reichsbank di kota Breslau di Polandia (sekarang Wrocław) dan diperkirakan bernilai miliaran euro, The First News (TFN) melaporkan pada 26 Mei.

Selama beberapa dekade setelah perang, buku harian 'Michaelis' dirahasiakan, disembunyikan di kota Quedlinburg, Jerman, dalam kepemilikan sebuah pondok Masonik.

Pondok itu telah ada sebagai masyarakat rahasia selama lebih dari 1.000 tahun, termasuk perwira elit Nazi sebagai anggotanya selama Reich Ketiga.

Satu anggota diduga adalah 'Michaelis' yang mengendalikan transportasi Nazi di Polandia barat daya.

Disimpan berpuluh-puluh tahun, pada tahun 2019, pondok itu memberikan buku harian itu ke sebuah yayasan Polandia bernama Jembatan Silesia.

Kemudian yayasan itu mengumumkan pada bulan Maret tahun lalu bahwa mereka telah menerima jurnal dari 'mitra' Jerman-nya, anggota pondok di Quedlinburg, yang memberikan jurnal kepada rakyat Polandia sebagai 'permintaan maaf untuk Perang Dunia II', TFN melaporkan.

Roman Furmaniak, seorang wakil dari Jembatan Silesia, mengatakan kepada TFN, dalam jurnal tersebut termasuk berisi peta yang konon menunjukkan lokasi sumur di halaman Istana Hochberg, tempat harta Nazi disembunyikan.

Furmiak juga mengatakan, dokumen-dokumen tambahan menunjukkan bahwa setelah Nazi menyembunyikan kekayaan mereka, mereka membunuh saksi, membuang mayat-mayat di sumur, dan kemudian meledakkan bahan peledak untuk menutup pintu masuk.

Terkait buku harian tersebut, para ahli menentukan itu ditulis pada saat Perang Dunia II.

Sayangnya, keaslian jurnal belum dikonfirmasi oleh kementerian Kebudayaan dan warisan Nasional Polandia, kata perwakilan kementerian, Magdalena Tomaszewska kepada TFN.

Sementara itu, istana Istana Hochberg berdiri di Silesia Bawah, sebuah wilayah di Polandia yang mendapat ketenaran selama dan setelah Perang Dunia II sebagai lokasi di mana Nazi menyembunyikan barang-barang yang dicuri dari orang-orang kaya Yahudi.

Termasuk karya seni yang dijarah dari museim dan galeri.

Silesia Bawah dipenuhi dengan gua, tambang, dan terowongan, serta istana dengan ruang bawah tanah yang sangat luas yang menawarkan banyak tempat persembunyian bagi Nazi, bahkan untuk karya seni yang sangat besar, menurut kementerian.

Setelah perang, Unit Intelijen Penjarahan Seni (ALIU) pemerintah AS menghubungkan seorang direktur Museum Silesia bernama Günther Grundmann dengan karya seni curian di Silesia Bawah.

Grundmann membuat daftar 80 situs di Silesia Bawah, salah satunya adalah Istana Hochberg, di mana ia menyembunyikan benda-benda berharga dan kekayaan, tetapi banyak yang dianggap telah dijarah oleh tentara Rusia yang menyerang, menurut Departemen Luar Negeri Polandia.

Nazi menjarah sekitar 5 juta karya seni Eropa dari Yahudi, museum dan koleksi pribadi.

Kemudian, tembolok bahan peledak di kompleks tambang itu seharusnya diledakkan jika Jerman kalah, tetapi bahan peledak itu tidak pernah diledakkan, ABC News melaporkan.

Sekitar 63.000 karya seni dan artefak budaya yang dicuri dari orang-orang Yahudi Polandia oleh Nazi masih hilang, dan pemerintah Polandia secara aktif bekerja untuk mengamankan kepulangan mereka, The New York Times melaporkan pada Januari.

Namun, para pejabat di Polandia sendiri telah dikritik karena gagal mengembalikan lukisan dalam koleksi museum nasional yang dicuri oleh Nazi dari kolektor Yahudi di Belanda, menurut Times.

Adapun dugaan penimbunan emas di bawah Istana Hochberg, pemilik berencana untuk memperbarui dan mengembalikan bangunan yang telah mengalami kerusakan. Pekerjaan konservasi yang akan datang akan mencakup pencarian sumur yang lama terkubur, TFN melaporkan.

Sunday, January 30, 2022

Ilmuwan Lakukan Penelitian Terkait Bencana Banjir Dahsyat di Zaman Nabi Nuh


Cerita Nabi Nuh dan banjir besar merupakan kisah paling terkenal yang bersumber dari kitab suci, baik agama Yahudi, Nasrani, juga Islam. Ahli arkeologi bawah air mengungkap bahwa mereka berhasil membuktikan kisah Nuh dan banjir besar itu.

Robert Ballard, ahli arkeologi bawah air yang sudah dikenal dunia, mengaku timnya telah menelusuri kedalaman Laut Hitam di sekitar Turki. Ini dilakukan untuk mencari bekas peradaban yang tersimpan di dasar laut, yang terpendam sejak masa Nabi Nuh.

Selama ini, Ballard memiliki rekam jejak kesuksesan dalam menemukan hal-hal yang dianggap mustahil. Pada 1985, dengan menggunakan robot yang dilengkapi pengendali jarak jauh, Ballard dan timnya menelusuri sisa reruntuhan Titanic.

Kini Ballard menggunakan teknologi robotik yang lebih canggih untuk mencari jejak Nabi Nuh. Menurut dia, dunia pada 12.000 tahun lalu terselimuti es. Namun, dia masih berusaha mencari jejak Nabi Nuh.

Friday, January 28, 2022

Misteri Batu Melayang di Masjid Al-Aqsa Akhirnya Terkuak

 Ada yang menyebutnya sebagai batu terbang atau batu gantung. Ada yang menyebutnya sebagai batu pijakan Nabi Muhammad saat akan Mi'raj ke langit. Batu itu ingin ikut terbang ke langit, tetapi dilarang oleh Nabi, sehingga berhenti dalam posisi melayang hingga sekarang.

Banyak yang percaya begitu saja gambar dan cerita tersebut. Tetapi tak sedikit juga yang bertanya-tanya. Apakah batu tersebut benar-benar ada? Benarkah itu foto asli?

Ternyata foto batu itu sudah tersebar jauh dan juga menimbulkan 'kehebohan' di mana-,mana. Jika dalam versi Indonesia, embel-embel ceritanya adalah tentang kisah isra' mi'raj. Dalam forum berbahasa Arab, cerita pengiringnya berbeda, tidak mengenai isra mi'raj. 

Di sana diceritakan bahwa batu itu berasal dari wilayah Al Hasa atau Al Ahsa (bukan Al Aqsa), di bagian timur Arab Saudi, di sebuah desa bernama Al Tuwaitsir. Batu itu, konon ceritanya, tiba-tiba melayang setinggi sekitar 10 cm di suatu hari di bulan April, tanpa sebab yang jelas.

Seorang anggota forum tersebut menanggapi dengan menyatakan bahwa ia hidup di wilayah tersebut, dan tidak pernah melihat ada batu yang terbang melayang. Ia pun kemudian memberikan foto-foto batu yang dimaksud. Dan ternyata, memang batu tersebut ada, namun mempunyai penyangga di bawahnya. 

Foto asli batu tersebut menunjukkan bahwa memang batu tersebut cukup unik. Dan dengan mengambil sudut pemotretan yang tepat, dilanjutkan dengan manipulasi hasil pemotretan dengan photoshop atau program pengolah gambar lainnya, orang dengan mudah menghilangkan penyangga tersebut untuk memberi kesan sebagai batu yang melayang di udara.

Beberapa keraguan lain mengenai cerita batu terbang

Gambar batu terbang tersebut 'too good to be true', terlalu aneh untuk dipercaya. Ia melayang, terletak di tempat terbuka, dan dekat perumahan. Artinya, banyak orang akan menyaksikannya, jika itu benar. 

Berita dari mulut ke mulut akan mengundang banyak orang, dan media-media tentu akan meliput dan menerbitkan gambar dan cerita batu terbang tersebut. Namun kenyataannya hanya ada satu jenis foto dengan keterangan samar tentang apa dan di mana batu tersebut.
    
Cerita tentang batu yang ingin terbang mengikuti Nabi Muhammad juga kurang jelas asal-usul dan sandaran haditsnya. 
    
Bagaimana dengan batu yang merupakan pijakan Nabi saat Isra' Mi'raj?

Batu yang menjadi pijakan Nabi Muhammad saat Isra' Mi'raj berada di Yerusalem, Palestina, di wilayah Haram al Quds al Sharif. Batu inilah yang dilindungi bangunan yang kita kenal sebagai simbol Palestina, yaitu Masjid berkubah Emas, Dome of the Rock, atau Qubah al Shakhra, atau masjid Kubah Batu. Apakah batu itu melayang? Sepertinya tidak. 

Thursday, January 27, 2022

Wajah Asli Firaun Tutankhamun Sang Penguasa Mesir Kuno Terungkap


 Setelah 3000 tahun berlalu, akhirnya wajah mumi Tutankhamun terungkap. Kalangan arkeolog mengambil mumi itu dari sarcophagus, dan menyimpannya di sebuah peti dengan pengaturan suhu di makamnya, di Lembah Para Raja Luxor. Peristiwa itu terjadi 85 tahun setelah makam Fir’aun ditemukan oleh petualang Inggris, Howard Carter.

Sampai sekarang, hanya 50 orang yang pernah melihat wajah raja yang meninggal lebih dari 3.000 tahun lalu. Saat para pakar mengangkat Tutankhamun dari peti jenazahnya, mereka menyingkirkan kain putih yang menutupinya, muncullah wajah berwarna hitam dan tubuhnya.

Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari cara melindungi jenazah. Arkeolog menyatakan, jenazah itu terancam karena panas dan kelembapan di dalam makam, karena sejumlah besar turis yang berkunjung setiap tahun.

“Golden boy (Firaun) itu memiliki keajaiban dan misteri, karena itu setiap orang dari seluruh dunia datang ke Mesir untuk melihat apa yang dilakukan untuk melindungi golden boy dan semuanya. Saya yakin, mereka datang untuk menyaksikan golden boy,” ujar Kepala Bidang Peninggalan Mesir, Zahi Hawass, sebelum jenazah Firaun dipindahkan.

Tutankhamun berkuasa di Mesir sejak 1333 sampai 1324 SM, dan diyakini naik tahta di usia sekitar 9 tahun. Meskipun semasa hidupnya tidak memiliki sejarah yang menentukan, kematian Tutankhamun mendapat perhatian dunia karena makamnya dalam kedaan utuh ketika dibuka oleh Carter tahun 1922.

Makamnya berisi harta karun emas dan kayu hitam indah yang dianggap mewah, ketika Carter melihat ke dalam makam itu. Ditanya apa yang dia saksikan, jawabannya, “Ya, sesuatu yang mengagumkan.”

Penyebab kematian 

Karya agung makam itu adalah jenazah Firaun yang dibuat mumi, ditutupi jimat dan perhiasan, serta mengenakan topeng emas. Dalam upaya mengambil harta karun itu, Carter dan timn`ya memotong jenazah ke dalam beberapa bagian, memenggal lengan dan kepalanya, dan menggunakan pisau panas dan kabel untuk menyingkirkan topeng emas yang direkatkan ke wajah Tutankhamun dengan proses pembalseman.

Tahun 2005, kalangan ilmuwan merekontruksi Tutankhamun. Tubuhnya direkonstruksi dan dikembalikan ke sarcophagus aslinya. Kemudian pernah dibawa keluar untuk pengujian sinar X tiga kali dalam beberapa tahun berikutnya. Harta karun itu memikat dunia, dan menarik jutaan orang datang ke Lembah Para Raja.

Pertanyaan mengenai mengapa Tutankhamun meninggal sekitar usia 19 tahun, dan gosip adanya kutukan yang membuat meninggal mereka yang terlibat penggalian makamnya, makin membuat terkenal sang Firaun.

Ketika tubuhnya diperiksa sinar X tahun 1968, terdapat patahan tulang di tengkoraknya, yang mendorong spekulasi bahwa dia dibunuh dengan pukulan. Sejumlah sejarawan berpendapat bahwa dia dibunuh karena berupaya mengembalikan politeisme, setelah menggantikan Akhenaten yang meninggalkan dewa-dewa emas Mesir untuk monoteisme.

Namun pemeriksaan scan jenazahnya tahun 2005 membuat para peneliti menyatakan dia tidak dibunuh, dan mungkin meninggal karena komplikasi tulang kaki yang retak.

Kepala bidang peninggalan Mesir, Zahi Hawass, mengatakan, penelitian menunjukkan raja ini meninggal setelah luka karena infeksi. Meskipun tidak semua tim setuju dengan diagnosa itu, namun semua menolak dugaan pembunuhan.

Sunday, January 23, 2022

Spinosaurus, Monster Prasejarah yang Menjadi Musuh T-Rex


Spinosaurus merupakan dinosaurus pemakan daging (Karnivora). Ia merupakan dinosaurus pemakan daging terbesar selain T-rex. Dinosaurus yang memperoleh makanan dengan menyerang dinosaurus pemakan tumbuh-tumbuhan, bangkai, atau saling memakan sesama jenisnya.

Pada punggungnya terdapat tulang belakang yang ditutupi kulit. Bagian ini dipenuhi pembuluh darah yang memungkinkan ia dapat menghangatkan tubuh sebelum berburu. Namun sekarang spinosaurus telah punah.

Kerangka spinosaurus ditemukan di sepanjang Afrika bagian utara, di daerah yang sekarang dikenal dengan Mesir, Maroko, Tunisia, dan Nigeria. Di pertengahan zaman Cretaceous, pada saat spinosaurus hidup, daerah ini dipenuhi hutan lebat.

Fosil lain yang berhubungan erat dengan spinosaurus ditemukan di gurun Sahara, pada 1998. Namanya Suchomimus, makhluk ini memiliki rahang panjang yang menyempit. Namun, tidak seperti spinosaurus, ia memiliki sebarisan duri tajam kecil pada punggungnya, dan bukan layar yang tinggi.

Beberapa ahli dinosaurus berpendapat bahwa tulang punggung spinosaurus memuat segumpal lemak, mirip unta saat ini. Gumpalan ini membantu melindungi dinosaurus dari panas Afrika bagian utara, dan mungkin berfungsi sebagai cadangan makanan pada saat makanan sulit ditemukan.
 

Saturday, January 22, 2022

Berkat Kekeringan, Istana Berusia 3.500 Tahun Peninggalan Kekaisaran Kuno di Irak Terungkap


Sekelompok arkeolog Kurdi dan Jerman berhasil menggali istana peninggalan Zaman Perunggu di situs Kemune, Irak. Mereka menyatakan bahwa bangunan tersebut berasal dari Kekaisaran Mittani, 3.500 tahun lalu.

“Temuan ini merupakan salah satu peninggalan arkeologi yang terpenting di kawasan Irak,” kata Hasan Ahmed Qasim, salah satu arkeolog yang terlibat dalam proses ekskavasi.

Penemuan ini terungkap setelah kekeringan menyebabkan air di Bendungan Mosul menyusut sehingga mengekspos sisa-sisa bangunan kuno tersebut. Perlu upaya intensif untuk memeriksa situs sebelum air kembali mengubur istana itu sekali lagi.

Dalam waktu singkat, tim mampu melakukan penggalian pada delapan ruangan. Mereka menemukan lempengan lantai yang terbuat dari batu bata, serta mural yang dicat dengan pigmen merah dan biru.

“Pada milenium kedua SM, mural mungkin menjadi fitur khas istana di Timur Dekat Kuno. Namun, kami jarang menemukan yang terawetkan dengan baik,” papar Ivana Puljiz dari Tübingen Institute for Ancient Near Eastern Studies (IANES),

“Oleh sebab itu, menemukan lukisan dinding di Kemune memberikan sensasi arkeologis tersendiri,” imbuhnya.

Para arkeolog juga menemukan sepuluh tablet dengan tulisan kuno yang diharapkan dapat memberikan informasi baru tentang politik, ekonomi, dan sekarah kekaisaran Mittani.

Tablet tersebut kini sedang diterjemahkan. Meski begitu, para peneliti telah menyatakan bahwa situs Kemune dulunya mungkin merupakan kota kuno Zakhiku.


Mereka menambahkan, istana mungkin memiliki teras tinggi yang menghadap ke lembah dan berjarak 20 meter dari tepi timur Sungai Tigris.

Reruntuhan istana yang ditemukan, menyisakan ketinggian sekitar tujuh meter. Puljiz mengatakan, bangunan itu tampaknya digunakan untuk waktu yang sangat lama.

“Kekaisaran Mittani adalah salah satu kerajaan Timur Dekat Kuno yang paling jarang diteliti. Bahkan ibu kotanya belum diidentifikasi. Oleh sebab itu, penemuan sisa-sisa bangunannya sangat penting,” imbuhnya.

Sementara kita mungkin tidak tahu banyak tentang Kekaisaran Mittani, tapi yang pasti, ia mencakup wilayah luas yang berpusat pada timur laut Suriah–membentang dari pantai Mediterania ke timur Irak, sekitar abad 15 SM.

Teks kuno yang ditemukan di Tell el-Amarna (situs arkeologi di Mesir) memaparkan bahwa raja-raja mereka pernah berinteraksi dengan firaun Mesir, raja Babilonia dan Hatti, serta satu raja Mittani (Tushratta).

Namun sayangnya, bagi orang-orang Mittani, kekaisaran kehilangan signifikansi politik sekitar 1350 SM. Yakni, ketika tanahnya dirampas oleh orang-orang Het dan Asyur yang bertetangga.


Friday, January 14, 2022

Misteri mayat misterius di Afrika Selatan

 Pada tahun 2013, penduduk Taman Afrika Selatan menemukan sebuah mayat aneh yang tergeletak di tanah. Mereka sempat berpikir bahwa mayat itu tampak seperti makhluk yang mengenakan torso panjang dan tipis, yang kemungkinan berasal dari makhluk luar angkasa.


Kabarnya bangkai makhluk ini ditemukan oleh seorang anak laki-laki berusia 17 tahun di dekat Nature's Valley, sebuah resor liburan, dan desa kecil di Garden Route, Afrika Selatan.


Semenjak ditemukan, berbagai spekulasi terus bermunculan, mulai dari bangkai keledai, Tokoloshe (sejenis kurcaci atau roh kecil yang jahat), hingga seekor anjing mati dengan tubuh yang telah layu.


Munculnya beragam spekulasi tersebut membuat seorang dokter dari Klinik Hewan Crags pada akhirnya memutuskan untuk melakukan otopsi, agar identitas asli dari mayat tersebut bisa diketahui.

Setelah proses otopsi selesai dilakukan, Dr. Magdalena Braum memastikan bahwa itu adalah seekor babun.

"Siapa pun bisa melihat bahwa itu adalah bayi babun."

"Ini adalah babun betina yang baru lahir, dengan tali pusar masih menempel di tubuhnya. Kemungkinan besar terbunuh oleh gigitan setelah dia lahir, semacam pembunuhan bayi, yang sangat umum terjadi pada beberapa spesies primata ketika seekor jantan baru mengambil alih pasukan (kawanan) tersebut," ujarnya..

Dr. Braum menjelaskan bahwa tubuhnya telah berubah bentuk (dalam kondisi cacat) dan termumifikasi, karena telah dibawa berkeliling oleh ibunya setelah kematiannya, di mana hal ini sangat umum terjadi pada anak-anak babun.

"Kami telah sering melihatnya dalam penelitian babun, saat betina membawa bayi yang meninggal tersebut, sesekali mereka membawanya selama tiga sampai empat minggu di bagian ekor mereka, sebelum akhirnya membuangnya."

Induk babun yang membawa anaknya yang telah mati di bagian ekornya

Namun, nampaknya penjelasan dari Dr. Braum tidak berhasil menyakinkan orang-orang bahwa itu adalah bangkai babun.

"Giginya tidak tampak seperti babun. Sementara kepalanya kendur, kakinya masih sangat kaku," ujar seseorang yang tidak percaya bahwa itu babun.

Sementara itu, setelah mengetahui hasil dari otopsi yang telah dilakukan, beberapa orang masih tidak percaya bahwa makhluk misterius dengan bentuk yang aneh itu ternyata hanya seekor bayi babun.

Wednesday, January 12, 2022

Legenda The Turner Beast

 Androscoggin Creature atau The Turner Beast adalah binatang misterius yang ditemukan mati di Turner, Androscoggin County, Maine, pada Agustus tahun 2006.


Turner Beast digambarkan sebagai serigala menyerupai anjing husky dengan bahu besar, mata besar, moncong datar, telinga pendek yang telah hancur, ekor lebat dan memiliki berat sekitar 54 kg.


Binatang ini telah diketahui membunuh hewan peliharaan dan hewan ternak, biasanya pada anjing, kemungkinan besar karena alasan wilayah atau teritori.



Makhluk ini menarik perhatian dunia setelah reporter Mark LaFlamme menggambarkannya pada 16 Agustus 2016 di dalam sebuah artikel berjudul “Mysterious Beast” dan menghubungkan binatang tak dikenal itu ke pengetahuan lokal :

"[Binatang itu] mungkin adalah makhluk misterius yang telah berkeliaran di daerah itu selama bertahun-tahun, menyerang anjing-anjing dan penduduk yang ketakutan. Atau itu bisa juga seekor anjing yang telah berlari secara liar di hutan."

Setelah meninjau foto ini, cryptozoologist terkemuka di dunia, Loren Coleman mengatakan satu hal yang sudah jelas :

"Makhluk yang ditemukan di Turner kemungkinan bukan hewan peliharaan seseorang. Ini tentu tidak terlihat seperti chow atau jenis anjing peliharaan yang saya lihat. Ini mungkin hibrida antara anjing dan serigala."

Pengujian tes DNA mengungkapkan bahwa binatang ini adalah hibrida anjing-serigala.


Sebelum terbukti sebagai binatang hibrida, beberapa peneliti mengklaim bahwa itu mungkin adalah Dire Wolf (serigala besar yang telah punah).

MonsterQuest menampilkan Turner Beast ke dalam episode yang berjudul "Mutant Canines".

(Sumber : Androscoggin Creaturecryptidz.wikia)

Tuesday, January 11, 2022

Misteri Battle of Los Angeles

 Battle of Los Angeles, dikenal juga sebagai The Great Los Angeles Air Raid, adalah nama yang diberikan oleh beberapa sumber kontemporer kepada dugaan serangan oleh Jepang disertai rentetan tembakan anti-pesawat yang terjadi di mulai dari akhir 24 Februari sampai awal 25 Februari 1942 di atas Los Angeles, California.


  • Latar belakang Battle of Los Angeles

  • Kemarahan dan ketakutan atas serangan mendadak Angkatan Laut Kekaisaran Jepang di Pearl Harbour pada 7 Desember 1941, dan Amerika Serikat yang masuk ke dalam Perang Dunia II pada hari berikutnya, membuat Pantai Barat Amerika Serikat menjadi bersiaga selama beberapa bulan ke depan.

    Di Juneau, penduduk diperintahkan menutup jendela mereka untuk pemadaman setelah rumor tentang kapal selam Jepang yang bersembunyi di pantai tenggara Alaska.

    Rumor yang menyebar tentang kapal induk Jepang yang berlayar di lepas pantai wilayah Teluk San Fransisco mengakibatkan kota Oakland menutup sekolah mereka, dan mengeluarkan perintah pemadaman listrik.

    Sirine pertahanan sipil yang disediakan oleh mobil-mobil Oakland Police Department (OPD) terdengar meraung di seluruh area dan tidak ada tranmisi radio yang diperintahkan.

    Di Seattle, kota ini juga memberlakukan pemadaman di seluruh bangunan serta kendaraan, dan pemilik yang membiarkan lampu menyala di bangunan mereka dihancurkan oleh masa berjumlah sekitar 2.000 orang.

    Rumor itu cukup buruk bahwa 500 pasukan Angkatan Darat Amerika Serikat pindah ke Walt Disney Studios di Burbank, California untuk mempertahankan fasilitas Hollywood yang terkenal dan pabrik-pabrik terdekat terhadap sabotase musuh atau serangan udara.

    Ketika Amerika Serikat mulai mengerahkan persiapan untuk perang total, senjata anti-pesawat dibangun, bunker dibangun dan tindakan pencegahan serangan udara dilakukan terhadap penduduk di seluruh negara.

    Beberapa kapal dagang diserang oleh kapal selam Jepang di perairan pantai Amerika Serikat di Pantai Barat terutama selama paruh terakhir bulan Desember 1941 hingga Februari 1942.

    Ketika ketakutan terus meningkat, pada 23 Februari 1942, pukul 19:15, selama percakapan informal Presiden Franklin D. Roosevelt, kapal selam Jepang I-17 muncul di dekat Santa Barbara dan menembaki ladang minyak Ellwood di Goleta.

    Meskipun kerusakannya minimal, hanya kerusakan properti $500 dan untungnya tidak ada yang terluka, serangan itu memiliki konsekuensi jangka panjang karena penduduk Pantai Barat percaya bahwa Jepang akan menyerbu pantai mereka kapan saja.

  • Penaikan alarm

  • Pada 24 Februari 1942 (kurang dari tiga bulan setelah Jepang menyerang Pearl Harbour), Intelijen Angkatan Laut mengeluarkan peringatan bahwa serangan dapat terjadi, diperkirakan dalam sepuluh jam ke depan.

    Penduduk di pantai Barat Amerika Serikat bersiap-siap dengan mengawasi langit. Para kru yang mengangkut baterai artileri anti-pesawat di Los Angeles telah dilatih namun tidak memiliki pengalaman dalam pertempuran yang sebenarnya. (Baterai artileri adalah satuan senjata api, mortar, roket atau misil yang dikelompokkan).

    Malam itu, sejumlah besar suar dan lampu berkedip dilaporkan dari sekitar pabrik pertahanan. Peringatan dipanggil pada 19:18 dan ditarik pada pukul 22:23.

    Sehari sebelumnya, telah diketahui bahwa kapal selam I-17 Jepang muncul di Santa Barbara dan menembakkan 25 peluru ke beberapa tangki penyimpanan bahan bakar penerbangan, sehingga tingkat siaganya menjadi yang tertinggi yang pernah ada karena sebuah serangan ke Los Angeles sudah dekat.

    Tepat pada 25 Februari, pukul 2 pagi, radar menangkap target di lepas pantai. Baterai anti-pesawat di Los Angeles ditempatkan pada Green Alert, bersiap untuk menembak. Pada pukul 2:21 pagi, target radar telah mendekat, dan pemadaman diperintahkan.

    Sirine serangan udara kemudian berbunyi pada 02:25 di seluruh Los Angeles County. Pemadaman total dilakukan dan ribuan sipir serangan udara dipanggil ke posisi mereka.

    Radar kehilangan kontak dengan target dan sorot-sorot lampu menyinari langit selama hampir setengah jam. Kemudian laporan dari pesawat masuk.


    Di atas Santa Monica, sebuah balon yang membawa suar merah terlihat, baterai mulai melepaskan tembakan pada pukul 3:06 pagi, dan pertempuran Los Angeles sedang berlangsung.

    Pada pukul 03:16 pagi, Coast Artillery Brigade mulai menembakkan senapan mesin kaliber .50 dan peluru anti-pesawat seberat 12.8 pon ke udara, ke arah pesawat yang diilaporkan.

    Pilot dari Komando Interceptor ke-4 disiagakan tetapi pesawat mereka tetap di darat. Api artileri berlanjut secara sporadis hingga pukul 04:14 pagi.

    "The All Clear" (sirine berakhirnya serangan udara) dibunyikan dan serangkaian pemadaman ditarik pada pukul 7:21 pagi.

    Beberapa bangunan dan kendaraan rusak oleh pecahan peluru, dan lima warga sipil tewas sebagai akibat tidak langsung dari tembakan anti-pesawat tersebut (tiga orang tewas dalam kecelakaan mobil selama kekacauan yang kemudian terjadi, dan dua karena serangan jantung yang disebabkan oleh tekanan dari aksi selama satu jam).

    Insiden itu menjadi berita halaman depan di sepanjang pantai Pasifik Amerika Serikat dan di seluruh dunia.


    Selama hampir satu jam, baterai menembakkan lebih dari 1.400 butir artileri anti-pesawat, menghujani delapan setengah ton pecahan peluru ke Los Angeles, Namun :

    "Apa yang mereka lihat ? Apa yang mereka tembaki ?", disitulah letak kesulitannya.

    Banyak yang tidak melihat apa-apa, beberapa melaporkan tentang balon, sedikit yang melaporkan tentang pesawat, dan CBS Radio menyebutnya sebagai kapal udara kecil non-rigid.

    Bersama dengan pemadaman listrik, insiden itu benar-benar gelap. Satu-satunya hal yang dapat dilihat oleh siapa pun adalah apa pun yang disorot oleh lampu sorot, yang merupakan asap dari semburan AAA.

    Kantor Sejarah Angkatan Udara menggambarkan laporan di lapangan sebagai laporan yang "sangat berbeda".

    Yang aneh jika kejadian ini merupakan sebuah serangan adalah bahwa tidak ada satu bom pun yang dijatuhkan di kota, dan tidak ada satu pun potongan pesawat yang pernah ditemukan.

    Bukti fisik menunjukkan bahwa pada malam insiden, sama sekali tidak ada pesawat yang terlibat.

    Foto terkenal dari Los Angeles Time, memperlihatkan beberapa lampu sorot yang mengarah ke satu awan asap besar.


    Kerusakan harta benda (properti) dari pecahan peluru tersebar luas, dan karena tidak ada bom yang dijatuhkan dan tidak ada bukti pesawat musuh yang pernah ditemukan, memunculkan permintaan tentang penjelasan dan investigasi terhadap insiden yang baru saja terjadi.

  • Respon pers

  • Dalam beberapa jam setelah serangan udara berakhir, Sekretaris Angkatan Laut, Frank Knox mengadakan konferensi pers, mengatakan seluruh insiden itu adalah "alarm palsu", bahwa tidak ada pesawat yang terlihat, dan bahwa seluruh insiden itu terjadi karena karena kecemasan, kebingungan dan "kegelisahan perang".


    Komentar Knox diikuti oleh pernyataan dari Angkatan Darat pada hari berikutnya yang mengusulkan anggapan Jenderal George C. Marshall bahwa insiden itu mungkin disebabkan oleh agen musuh yang menggunakan pesawat komersial dalam kampanye perang psikologis untuk menimbulkan kepanikan.


    Perwakilan Leland Ford Santa Monica menyerukan penyelidikan Kongres, mengatakan :

    "...sejauh ini tidak ada penjelasan yang ditawarkan unntuk menghapus peristiwa ini dari kategori 'keadaan yang membingungkan'... ini bisa berupa serangan praktik, atau serangan untuk menakuti 2.000.000 orang, atau kesalahan mengidentifikasikan sebuah serangan, atau serangan untuk meletakkan dasar politik untuk mengambil alih industri perang California Selatan."

    Setelah perang berakhir, Pemerintah Jepang menyatakan bahwa mereka tidak menerbangkan pesawat di Los Angeles selama perang berlangsung.

  • UFO

  • Sebuah foto yang diterbitkan oleh Los Angeles Times pada 26 Februari 1942, telah dikutip oleh beberapa ufolog dan ahli teori konspirasi sebagai bagian dari bukti kunjungan dari pesawat makhluk luar angkasa.


    Pakar UFO percaya bahwa pesawat alien patut disalahkan atas insiden tersebut.

    Itu semua berasal dari makalah Majestic 12, yang bertugas menangani semua yang harus dilakukan dengan alien luar angkasa.

    Pada tahun 1987, kelompok Ufologist, William L. Moore, Stanton Friedman dan Jaime Shandera, mengumumkan keberadaan beberapa dokumen pemerintah, yang dikasifikasikan sebagai top secret, yang konon memuat perintah tahun 1947 dari Presiden Harry Truman untuk membentuk sebuah kelompok bernama Majestic 12.

    Kemudian, Ufologist lain, Tim Cooper, mengumumkan kumpulan dokumen Majestic 12 miliknya sendiri.

    Para Ufologist yang bersaingan bekerja sama dengan cara yang sama seperti yang dilakukan oleh pemburu Bigfoot, yaitu dengan cara yang tidak baik.

    Moore dan para pendukungnya meluncurkan dokumen yang menunjukkan bukti bahwa dokumen Cooper palsu, lalu Cooper dan pendukungnya melakukan hal yang sama terhadap dokumen-dokumen Moore, mengungkapkan kelemahan yang menyangkal keasliannya.

    Ketika pertikaian di antara keduanya mengungkapkan kebohongan satu sama lain, itu membuat pekerjaan penyelidik yang sah menjadi jauh lebih mudah.

    Di antara dokumen-dokumen tipuan yang kusut ini, ada surat yang disebut Memo Marshall/Roosevelt bertanggal 5 Maret 1942, menyatakan bahwa dua pesawat tak dikenal sebenarnya ditemukan setelah Pertempuran Los Angeles.

    Satu di laut dan satu di Pegunungan San Bernardino sebelah timur Los Angeles :

    "Markas besar ini sampai pada suatu kepastian bahwa pesawat misterius itu sebenarnya tidak bersifat duniawi dan menurut sumber intelijen rahasaia, mereka semua kemungkinan berasal dari antarplanet."

    Pada tahun 1988, penyelidik skeptis, Philip Klass membawa publikasi dokumen ke perhatian FBI, dan FBI dengan cepat menyimpulkan bahwa semua dokumen itu palsu.

    Sebagian besar situs web UFO membahas pertempuran itu dan menggambarkan awan asap AAA yang terkena lampu sorot sebagai "kapal besar".


    Mereka menegaskan bahwa foto itu dengan jelas menunjukkan lampu sorot yang difokuskan pada "pesawat luar angkasa".

    Namun, perlu diketahui bahwa foto itu dimodifikasi oleh retouching foto sebelum publikasi, sebuah praktik rutin dalam seni grafis (pada waktu itu) yang dimaksudkan untuk meningkatkan kontras dalam foto hitam putih.

    Penulis Los Angeles Times, Larry Harnisch mencatat bahwa foto yang dirubah bersama dengan berita koran palsu, disajikan sebagai bahan dalam trailer film Battle: Los Angeles.


    Jika ada sesuatu di sana, pasti itu tidak teridentifikasi, dan menurut beberapa laporan, kapal ini tidak seperti apa pun yang diketahui dan digunakan pada saat itu.

    Tetapi, perlu diketahui bahwa para saksi mata sendiri tidak tahu apa yang telah mereka lihat, dan walaupun beberapa saksi yakin atas kesaksian mereka, mereka tidak pernah memverifikasi laporan mereka.

  • Balon Cuaca

  • Ketika mendokumentasikan insiden Battle of Los Angeles pada tahun 1949, United States Coast Artillery Association mengidentifikasi balon meteorologi (cuaca) yang dinaikkan pada jam 1:00 pagi, sebagai sesuatu yang "memulai semua penembakan" dan menyimpulkan bahwa "begitu penembakan dimulai, imajinasi menciptakan semua jenis target di langit dan semua orang bergabung di dalamnya".

    Balon cuaca dilepas dari masing-masing lusinan posisi anti-pesawat di sekitar kota setiap enam jam. Balon diterangi dari bawah dengan lilin tertutup yang memantulkan lapisan perak balon itu sendiri untuk memastikan bahwa itu akan terlihat pada malam hari.


    Pada tahun 1983, U.S. Office of Air Force History mengaitkan peristiwa itu dengan kasus "kegelisahan perang" yang dipicu oleh balon cuaca yang hilang dan diperburuk oleh suar yang mengarah kemana saja serta semburan peluru dari baterai artileri yang berdampingan.

    Dalam laporan 1983 berjudul The Army Air Forces in World War II, Kantor Sejarah Angkatan Udara mengatakan :
    Pada malam 24/25 Februari 1942, objek tak dikenal menyebabkan serangkaian peringatan di California Selatan. Pada tanggal 24, peringatan yang dikeluarkan oleh intelijen angkatan laut mengindikasikan bahwa serangan dapat diperkirakan (terjadi) dalam sepuluh jam ke depan. Malam itu sejumlah besar suar dan lampu berkedip dilaporkan dari sekitar industri pabrik pertahanan. Peringatan yang dikeluarkan pada 1918 [19:18, waktu Pasifik] dicabut pada 22:23, dan ketegangan untuk sementara mereda.

    Tetapi di pagi hari tanggal 25 aktivitas baru dimulai. Radar menangkap target tak dikenal berjarak 120 mil sebelah barat Los Angeles. Baterai anti-pesawat siaga pada pukul 02:15 dan ditempatkan dalam Green Alert - siap untuk ditembakkan - beberapa menit kemudian. AAF memerintah pesawat pengejarnya berada di darat, lebih memilih untuk menunggu indikasi skala dan arah serangan apa pun sebelum melakukan kekuatan tempur terbatasnya.

    Radar melacak target yang mendekat dalam beberapa mil dari pantai dan pada 02:21, pengontrol regional memerintahkan pemadaman. Setelah itu, pusat informasi dibanjiri dengan laporan "pesawat musuh", meskipun objek misterius yang dilacak dari laut tampaknya telah menghilang pada 02:43, pesawat dilaporkan di dekat Long Beach dan beberapa menit kemudian seorang kolonel artileri pantai melihat "sekitar 25 pesawat dengan ketinggian 12.000 kaki" di atas Los Angeles.

    Pada 03:06 sebuah balon yang membawa flare merah terlihat di atas Santa Monica dan empat baterai anti-pesawat melepaskan tembakan, di mana "udara di atas Los Angeles meletus seperti gunung berapi. Dari titik ini, laporan-laporan sangat berbeda".
    Mungkin banyaknya kebingungan muncul dari fakta bahwa peluru anti-pesawat yang tertangkap oleh lampu sorot, disalah artikan sebagai pesawat musuh.

    Bagaimana pun, tiga jam berikutnya menghasilkan beberapa laporan perang yang paling imajinatif : "kelompok" pesawat (atau, terkadang, balon-balon) dari semua ukuran yang mungkin, berjumlah dari satu hingga beberapa ratus, bepergian pada ketinggian yang berkisar dari beberapa ribu kaki hingga lebih dari 200.000 kaki, dan terbang pada kecepatan yang dikatakan bervariasi, dari "sangat lambat" hingga lebih dari 200 mil per jam, diamati berbaris melintasi langit. Pasukan misterius ini tidak menjatuhkan bom, dan meskipun fakta bahwa 1.440 amunisi anti-pesawat diarahkan untuk melawan mereka (dugaan pesawat), (mereka) tidak menderita kerusakan. Ada laporan, pasti, bahwa empat pesawat musuh telah ditembak jatuh, dan satu seharusnya mendarat dengan api di persimpangan Hollywood.

    Penduduk di ARC empat puluh mil di sepanjang pantai menyaksikan dari bukit-bukit atau atap mereka ketika permainan senjata dan lampu sorot memberikan drama perang nyata pertama bagi warga di daratan. Saat Fajar, yang mengakhiri penembakan dan fantasi (khayalan), juga membuktikan bahwa satu-satunya kerusakan di kota disebabkan oleh kehebohan (setidaknya satu kematian akibat gagal jantung), oleh kecelakaan lalu lintas di jalan yang padam, atau dengan pecahan peluru dari rentetan artileri.

    Upaya untuk sampai pada penjelasan tentang insiden itu dengan cepat menjadi terlibat dan misterius seperti halnya "perang" itu sendiri. Angkatan Laut segera menegaskan bahwa tidak ada bukti keberadaan pesawat musuh, dan [Sekretaris Angkatan Laut], Frank Knox mengumumkan pada konferensi pers pada 25 Februari bahwa serangan itu hanya alarm palsu. Pada konferensi yang sama dia mengakui bahwa serangan selalu mungkin dan menunjukkan bahwa industri-industri vital yang terletak di sepanjang pantai harus dipindahkan ke dalam negeri. Angkatan Darat mengalami kesulitan dalam menentukan penyebab alarm.

    Sebuah laporan ke Washington, yang dibuat oleh Komando Pertahanan Barat (Western Defense Command) tak lama setelah serangan itu berakhir, menunjukkan bahwa kredibilitas laporan serangan mulai terguncang sebelum pemadaman listrik dilakukan. Pesan ini meramalkan bahwa perkembangan akan membuktikan "bahwa sebagian besar laporan sebelumnya dilebih-lebihkan."

    Angkatan Udara Keempat (Fourth Air Force) telah menunjukkan keyakinannya bahwa tidak ada pesawat di Los Angeles. Tetapi Angkatan Darat tidak menerbitkan kesimpulan ini. Alih-alih, mereka menunggu sehari, sampai setelah pemeriksaan menyeluruh terhadap para saksi selesai. Atas dasar pemeriksaan ini, para komandan setempat mengubah vonis keputusan mereka dan menunjuk keyakinan bahwa dari satu hingga lima pesawat tak dikenal telah berada di Los Angeles.

    Sekretaris Stimson mengumumkan kesimpulan ini sebagai versi Departemen Perang (War Department) insiden tersebut dan mengajukan dua teori untuk menjelaskan kapal misterius : entah mereka adalah pesawat komersial yang dioperasikan oleh musuh dari lapangan rahasia di California atau Mexico, atau mereka adalah pesawat ringan yang diluncurkan dari kapal selam Jepang.

    Dalam kedua kasus, tujuan musuh pastilah untuk menemukan pertahanan anti-pesawat di area itu atau untuk memberikan pukulan terhadap moral sipil.
    Editorial telah menyarankan tentang teori Angkatan Darat bahwa pesawat komersial mungkin telah menyebabkan peringatan "menjelaskan segalanya kecuali dari mana pesawat itu berasal, ke mana mereka pergi, dan mengapa tidak ada pesawat Amerika yang dikirim untuk mengejar mereka".
    The New York Times pada 28 Februari menyatakan keyakinan bahwa semakin insiden itu dipelajari, semakin luar biasa kejadiannya :

    "Jika baterai sama sekali tidak menembaki apa pun, seperti yang dikatakan Sekretaris Knox, itu adalah tanda ketidakkompetenan dan kegugupan yang mahal. Jika baterai menembaki pesawat nyata, beberapa dari mereka serendah 9.000 kaki, seperti yang dinyatakan Sekretaris Stimson, mengapa mereka (baterai) benar-benar tidak efektif ? Mengapa tidak ada pesawat Amerika yang terbang untuk terlibat, atau bahkan untuk mengidentifikasi mereka ? ... Apa yang terjadi jika ini benar-benar serangan udara?".

    Pertanyaan ini tepat, tetapi bagi Departemen Perang untuk menjawab secara jujur akan melibatkan pengungkapan yang lebih lengkap lagi bagi kelemahan pertahanan udara kita (mereka).
    Pada akhir perang, Jepang menyatakan bahwa mereka tidak mengirim pesawat ke wilayah tersebut (Los Angeles) pada saat peringatan ini terjadi, meskipun pesawat yang diluncurkan dari kapal selam digunakan di atas Seattle.
    Sebuah studi yang teliti terhadap bukti menunjukkan bahwa balon meteorologi yang diketahui telah dilepas di atas Los Angeles - mungkin telah menyebabkan alarm awal. Teori ini didukung oleh fakta bahwa unit artileri anti-pesawat secara resmi dikritik karena telah membuang amunisi pada target yang bergerak terlalu lambat untuk menjadi sebuah pesawat terbang.

    Setelah penembakan dimulai, pengamatan yang teliti sulit dilakukan karena asap yang keluar dari ledakan peluru. Pejabat Komandan brigade artileri di area itu bersaksi bahwa dia awalnya yakin telah melihat lima belas pesawat di udara, tetapi dengan cepat memutuskan bahwa dia melihat asap.
    Koresponden yang kompeten seperti Ernie Pyle dan Bill Henry menyaksikan penembakan dan menulis bahwa mereka tidak pernah bisa melihat pesawat terbang.

    Sulit untuk melihat, dalam peristiwa apa pun, apa tujuan musuh terhadap serangan di mana tidak ada bom yang dijatuhkan, kecuali jika, seperti yang disarankan oleh Stimson, tujuannya adalah untuk pengintaian.
    Laporan menunjukkan bahwa semua penembak salah mengartikan balon-balon sebagai pesawat dan memulai tembakan, kecuali satu baterai.

    Balon cuaca di malam hari

    Menariknya, satu baterai yang tidak menembak, D Battery of the 203rd Coast Artillery Regiment, secara langsung berada di jalur penerbangan dari dugaan pesawat yang dilaporkan.

    Penduduk yang dilanda kegelisahan dan kru senjata yang diperintahkan untuk berada dalam "kondisi kesiapan ketat terhadap serangan baru" tampaknya berkontribusi terhadap penembakan yang membingungkan.

    Tampak juga kemungkinan bahwa banyak ledakan dari peluru itu sendiri disalahkan artikan sebagai pesawat terbang dan ini menyebabkan laporan yang sangat berubah-ubah dari jumlah, kecepatan dan ketinggian dari objek terbang yang dilaporkan.

    Kebingungan lebih lanjut terjadi ketika Angkatan Laut dan Angkatan Darat mengeluarkan pernyataan yang berbeda.

    Angkatan Laut mengklaim itu adalah alarm palsu dan tidak ada pesawat yang melewati Los Angeles, sementara Angkatan Darat menyatakan kemungkinan ada lima "pesawat musuh ringan," yang diluncurkan dari markas rahasia di California, Mexico atau dari kapal selam di lepas pantai.

    Sebuah memo dari Angkatan Darat untuk Presiden Roosevelt menyatakan tidak ada bukti bom yang dijatuhkan, korban yang dilaporkan, atau pesawat yang ditembak jatuh.

    Tanggapan dari Presiden kemudian menyarankan bahwa kekuatan untuk memerintah alarm udara harus dibatasi untuk pejabat Angkatan Darat Amerika Serikat.

  • Jika itu balon, mengapa tidak meletus ?

  • Ahli ufo berpendapat bahwa balon yang ditembaki akan meletus, tetapi ada bukti bahwa tembakan anti-pesawat mungkin kurang efektif terhadap balon atau kapal udara jenis Zeppelin daripada yang disarankan oleh akal sehat.

    Pesawat rigid dan semi-rigid tidak bergantung pada tekanan berlebih yang substansial untuk mempertahankan bentuknya, dan tidak seperti balon pesta, mereka tidak akan selalu meletus dan kempes segera ketika tertusuk.


    Fleksibilitas balon atau kantong gas balon udara juga memberikan perlindungan dari tembakan anti-pesawat yang meledak, dengan kulit yang melengkung dan terdistorsi untuk menyerap benturan tanpa benar-benar menusuknya.

    Ini berarti bahwa balon mungkin dapat mempertahankan kerusakan dari tembakan anti-pesawat dan tidak akan langsung ditembak jatuh.

    Kemudian, itu tidak menjamin bahwa gas hidrogen atau balon akan terbakar ketika terkena peluru atau pecahan peluru, seperti yang biasa terjadi pada tembakan anti-pesawat.

    Selama Perang Dunia 1, Zeppelin, L33, terkena tembakan anti-pesawat, tetapi tidak terbakar. Kapal itu terpaksa mendarat di Inggris, di mana kru kemudian membakarnya.


    Pesawat-pesawat tempur baru melihat keberhasilan melawan Zeppelin saat mereka mengganti amunisi biasa menjadi campuran dari ledakan dan pembakar fosfor. Gabungan ini ketika ditembakkan ke Zeppelin akan selalu menyalakan kantong gas hidrogen di kapal tersebut.

    Ini menambah kepercayaan pada kemungkinan pecahan peluru dari baterai anti-pesawat tidak akan langsung menghancurkan balon tetapi bisa menusuknya, membuat balon itu turun dan kemudian tenggelam di Samudera Pasifik (ini bukan penjelasan yang menjamin).

  • Mengapa memperlihatkan objek berbentuk piring

  • Gambar yang diambil oleh fotografer Los Angeles Times sering digunakan oleh penggemar UFO sebagai bukti bahwa UFO berbentuk piring tertangkap beberapa lampu sorot.


    Namun, gambar aslinya diketahui telah dimodifikasi sebelum dicetak.
    "Dalam versi retouched, banyak sinar cahaya menjadi terang dan diperluas dengan cat putih, sementara lampu sorot lain dihilangkan. Pada tahun-tahun sebelumnya, surat kabar biasa menggunakan seniman untuk retouch gambar karena reproduksi yang buruk. Jadi kesimpulan saya : retouching dibutuhkan untuk mereproduksi gambar. Tapi kawan, saya berharap retouching lebih persis dengan kenyataan daripada gambar originalnya. Dengan standar kami saat ini, gambar ini tidak akan dipublikasikan."
    Baterai lampu sorot yang berkumpul di sekitar lapangan terbang dan beberapa
    pabrik pesawat di luar Los Angeles, Memeriksa langit selama kehebohan yang
    terjadi dini hari 25 Februari. Gumpalan cahaya di kiri tengah gambar adalah
    ledakan peluru anti-pesawat, salah satu peluru yang ditembakkan ke udara yang
    jelas kosong selama alarm lima jam. Garis cahaya ganda horizontal kecil
    yang banyak adalah bintang, yang bergerak selama paparan waktu.
    (Cahaya) muncul secara ganda (berpasangan) karena fotografer menutup
    rana secara singkat selama exposure (paparan), memotong setiap
    jalur bintang menjadi dua....

    Perbandingan sebelum dan sesudah dari foto insiden itu memperlihatkan bahwa titik-titik cahaya bulat terpisah, yang terlihat di lampu sorot yang menyatu (kemungkinan besar itu lens flare) dimodifikasi dengan gumpalan cat putih, yang secara tidak sengaja menciptakan kesan objek yang "terperangkap" dalam sinar.


  • Laporan sakasi mata tentang satu objek besar

  • Ahli UFO sering menggambarkan insiden itu melibatkan satu objek besar tak bersuara yang bergerak di atas Los Angeles.

    Kenyataannya adalah ada banyak dan beragam laporan dari saksi mata atau pengamat yang mengklaim telah melihat apa pun, mulai dari satu pesawat hingga ke armada pesawat Jepang.

    Bahkan ada laporan saksi mata tentang balon udara musuh dengan skuadron pesawat tempur Amerika Serikat yang mengejar mereka, namun seperti yang dikatakan Scientific American "Kesaksian saksi mata berubah-ubah, terlalu sering, sangat tidak akurat."

    Mengingat kepanikan dan histeria yang merata di kota, pareodilia penuh daya khayal yang dihasilkan tidak mengejutkan.

    Mudah juga untuk memahami mengapa tentara enggan mengakui bahwa mereka menembak ke arah bayangan (target kosong), dan malah mengatakan kepada petugas bahwa mereka melihat beberapa jenis pesawat terbang di langit malam.

  • Bukankah surat kabar mengatakan ada yang ditutup-tutupi ?

  • Dalam minggu-minggu setelah insiden itu, surat kabar terlibat dengan spekulasi liar.

    Ada cerita yang mengklaim bahwa Angkatan Darat merasa malu karena pesawat-pesawat jepang telah terbang di atas LA dan "menutupi" kurangnya kesiapan mereka, atau bahwa pabrik pertahanan "menutupi" bahwa mereka memalsukan serangan itu dengan menggunakan pesawat sipil agar pabrik mereka pindah ke dalam negeri.

    Tetapi, itu semua hanyalah spekulasi dan sebenarnya tidak ada yang ditutup-tutupi.

    Tidak pernah ada pembicaraan tentang misteri paranormal, alien, makhluk luar angkasa, atau anomali yang tidak dapat dijelaskan. Semuanya dihubungkan ke alarm palsu dan insiden itu segera dilupakan.

  • Teori balon pemboman Fu-Go

  • Ada beberapa spekulasi bahwa yang terlibat dalam insiden itu adalaah Fu-Go Bombing Balloon milik Jepang. Perlu diketahui, balon ini baru diluncurkan melawan Amerika dari tahun 1944 dan seterusnya (sedangkan insiden terjadi pada tahun 1942).


    Namun, keberadaan balon ini dirahasiakan, sampai sebuah bom balon menewaskan 6 peserta piknik di Oregon.

    Jika perangkat ini entah bagaimana mencapai Los Angeles, maka baik Amerika Serikat maupun Jepang, keduanya tidak memiliki catatan sebagai bukti keberadaan balon tersebut.

  • Konsekuensi

  • Terlepas dari kenyataan bahwa ancaman itu mungkin nyata atau mungkin tidak nyata, peristiwa itu menyebabkan banyak insiden tidak menguntungkan dan tidak biasa, terutama bagi komunitas Jepang-Amerika Los Angeles.

    Hanya beberapa hari sebelumnya, Roosevelt telah mengeluarkan Executive Order 9066.

    Lebih dari 30 orang ditangkap malam itu dengan tuduhan mulai dari "memberi sinyal kepada musuh", hingga "menyalakan radio dial".

    Di kota pantai Venice, FBI membawa ibu Jepang berusia 51 tahun dengan kedua putranya ketika menurut sebuah koran setempat, seorang warga negara "memberi tahu petugas bahwa ia melihat lampu di rumah mereka yang berkedip dengan curiga".

    Bahkan pers terlibat dalam tindakan tersebut, dan penguji Los Angeles (Los Angeles Examiner) mengklaim, di bawah judul "Flare Signals Rise in Jap Area During Shelling," bahwa 12 orang ditangkap karena diduga melepaskan balon kertas yang kemudian menjadi kobaran api yang "jatuh dalam rotasi 3 putih dan 3 merah" saat mereka turun.

    Berbicara mengenai insiden penembakan, sebagian besar penembak melaporkan tidak pernah melihat apa pun, dan hanya menembak ke mana pun mereka melihat letusan udara lainnya. Karena hal tersebut, para kru penembak secara resmi ditegur.

    Banyak laporan saksi mata pada saat itu berasal dari orang biasa yang tidak memiliki pengalaman dalam hal pengamatan pesawat di malam hari.

    Pengamat berpengalaman seperti Peter Jenkins tidak dapat dianggap sebagai saksi yang dapat dipercaya, karena dia melaporkan bahwa "saya dapat melihat dengan jelas formasi 'V' dari sekitar 25 pesawat keperakan di atas kepala yang bergerak perlahan melintasi langit menuju Long Beach".

    Bahkan kepala polisi Long Beach, J. H. McClelland mengklaim telah menyaksikan pesawat terbang menuju Pantai Redondo. Dia menyaksikan ini dari atap pusat sipil Long Beach dengan Naval Observer menggunakan teropong berteknologi tinggi.

    Tetapi sekali lagi, dengan semua tembakan di udara, jika ada pesawat, seseorang akan mengharapkan sesuatu terkena oleh tembakan tersebut.

    Beberapa telah berbicara bahwa ini adalah penerbangan pengintaian udara, tetapi itu sangat tidak mungkin karena penerbangan pengintaian biasanya bergerak cepat dengan ketinggian yang tinggi dan terjadi pada siang hari, karena tidak banyak yang dapat dilihat di darat pada malam hari.

    Di bawah ini adalah kutipan dari artikel yang ditulis oleh reporter Matt Weinstock untuk Daily News.

    Setelah perang, Matt Weinstock berbicara kepada seorang pria yang bertugas di salah satu baterai Angkatan Darat dan pria itu menceritakan sebagai berikut :

    "Di awal perang semuanya sangat menakutkan dan Angkatan Darat sedang membangun pertahanan pantai. Di salah satu stasiun radar baru di dekat Santa Monica, para kru berusaha dengan keras untuk mengatur beberapa pesawat untuk terbang sehingga mereka dapat menguji sistem. Karena tidak ada yang dapat menggunakan pesawat pada saat itu, mereka menemukan cara baru untuk menguji radar. Salah satu dari mereka membeli sekantong balon nikel dan kemudian mengisinya dengan hidrogen, memasangkan kabel logam, dan membiarkannya untuk pergi (terbang). Tertarik oleh angin lepas pantai, balon-balon memiliki efek yang diinginkan untuk muncul di layar, membuktikan peralatan mereka bekerja. Tetapi setelah bepergian dalam jarak yang bagus di lepas pantai dan ke arah selatan, angin darat malam hari mulai mendorong balon-balon kembali ke kota-kota pesisir. Radar pantai menangkap kabel logam dan lampu sorot mengayun secara otomatis ke sasaran, melihat di layar saat pesawat (balon) menuju ke kota. Tembakan anti-pesawat mulai menembak dan sisanya adalah sejarah."

    Selama lebih dari 40 tahun, tidak ada satu orang pun yang berpikir tentang pesawat makhluk luar angkasa atau alien.

    Setelah itu, kisah pertempuran di Los Angeles dibiarkan selama beberapa dekade, sebuah alarm palsu dari hari-hari pembukaan Perang Dunia II, tidak ada misteri, tidak ada keanehan, tidak ada alien, tidak ada unsur paranormal.

    Namun, butuh waktu lebih dari 40 tahun bagi penggemar UFO pada akhirnya menghiasai Pertempuran Los Angeles dengan beberapa tambahan imajinatif, termasuk dugaan pesawat makhluk luar angkasa yang terlibat dalam insiden di Los Angeles.

    (Sumber : Battle of Los AngelesBattle of Los AngelesThe Great Los Angeles

    Friday, January 7, 2022

    Inilah Planet Yang Miliki Cincin 200 Kali Lebih Besar Dari Milik Saturnus!


    Menggunakan teleskop super canggih, astronom asal Amerika Serikat dan Belanda berhasil menemukan sebuah planet ekstrasolar yang memiliki cincin raksasa yang jauh lebih besar dari Saturnus dan mempublikasikan temuannya ini di jurnal Astrophysical.

    Seperti kita ketahui bahwa Saturnus adalah planet ke-6 di tata surya kita yang mempunyai ‘fitur’ unik yang tidak dimiliki oleh planet lain, yakni cincin. Tetapi,

    Benda angkasa tersebut adalah sebuah exo-planet bernama J1407b yang mengitari bintang muda berumur 16 juta tahun, J1407. Planet tersebut diperkirakan berukuran 40 kali planet Jupiter dan berjarak 420 tahun cahaya dari bumi.

    Yang spektakuler, cincin dari planet J1407b memiliki diameter yang membentang hingga 120 juta kilometer. Jika dibandingkan dengan cincin Saturnus, maka ukuran cincin J1407b bisa 200 kali lebih besar!

    Profesor Matthew Kenworthy dari Pusat Observasi Leiden mengatakan, “Bila cincin dari planet J1407b ‘dipinjamkan’ ke Saturnus, maka manusia di bumi bisa melihatnya dengan jelas melebihi ukuran bulan purnama, maka akan menjadi Supersaturnus.”

    J1407b Planet Yang Miliki Cincin 200 Kali Lebih Besar Dari Saturnus 02

    The rings around J1407b are so large that if they were put around Saturn, we could see the rings at dusk with our own eyes and camera phones. Here the rings are seen in the skies of Leiden, above the Academiegebouw. (Credit: M. Kenworthy/Leiden)

    Ditemukan Tahun 2012

    Sebenarnya planet J1407b dan cincinnya yang sebanyak 37 buah itu pertama kali ditemukan tahun 2012 silam oleh Pusat Observasi Leiden di Belanda dan Universitas Rochester di New York. Namun, publikasi dan pemetaan dari penemuan J1407b baru muncul baru-baru ini di arXiv.

    “Bintang J1407 terlalu jauh untuk diobservasi secara teliti, namun kami bisa membuat model cincin J1407b dengan melihat perbedaan cahaya yang melewati lapisan cincin-cincin itu,” ujar Profesor Matthew Kenworthy dari Pusat Observasi Leiden, kepada Daily Mail (26/01/2015).

    Cincin J1407b sendiri terdiri dari debu luar angkasa yang membentuk total 30 lapisan cincin kecil. Apabila seluruh debu tersebut disatukan, maka dapat terbentuk sebuah planet dengan berat yang sama dengan bumi, yakni sekitar 6,5 miliar triliun ton!

    “Sampai kita menemukan objek ini di 2012 lalu, tidak ada yang menyadari sistem ini nyata. Ini merupakan formasi satelit bintang pertama yang kami tangkap dengan jarak skala jutaan kilometer mengelilingi objek sub-stellar,” kata Mamajek.

    exo-planet  J1407b

    Bila cincin planet J1407b dipinjamkan ke planet Saturnus, maka sincin planet Saturnus bisa dilihat dengan jelas melebihi ukuran bulan purnama.

    J1407b ditemukan oleh dua perangkat optik yang masing-masing memiliki 8 kamera

    Astronom menemukan J1407b dengan dua perangkat optik yang masing-masing memiliki 8 kamera. Dengan cara itu, astronom bisa mengamati saat cincin J1407b menyebabkan peredupan cahaya bintangnya.

    Biasanya, astronom hanya menjumpai peredupan atau gerhana bintang akibat adanya planet yang melintas di mukanya dalam waktu singkat. Namun, dengan besarnya ukuran cincin J1407b, gerhana yang disebabkannya mencapai 56 hari.

    Gerhana akibat 30 cincin milik J1407b unik karena densitas cincin yang berbeda. Pada bagian cincin yang berdensitas rendah, cahaya bintang dapat menembus.

    Seperti pada Saturnus, J1407b juga memiliki gap antarcincin. Astronom menduga, di sana terdapat banyak bulan. Saturnus sendiri menyimpan 60 bulan. Bila cincinnya saja besar, maka planetnya tentu juga besar.

    Akan tetapi, ahli astronomi memprediksi bila cincin planet J1407b akan semakin menipis dalam beberapa juta tahun mendatang sebelum akhirnya lenyap dan akhirnya membentuk ‘Bulan’ untuk mengorbit planet tersebut. Maka julukan planet dengan cincin yang sangat besar sebagai “Lord of the Rings”, suatu saat akan berakhir. (arXiv/Daily Mail/Phys.org/Nationalgeographic.co.id)

    far exo-planet J1407b