Monday, March 28, 2022
Aksi Heroik Stanley Hollis, Prajurit yang Tak Bisa Dibunuh Nazi
Friday, March 25, 2022
Zona Aman, Cara Saturnus Menjaga Satelitnya Agar Tidak Terjatuh
Thursday, March 24, 2022
Asal-Usul Oumuamua yang Disangka Kapal Alien Akhirnya Terjelaskan
Wednesday, March 23, 2022
Temuan Lima Makam Kuno Dari 4.000 Tahun Lalu di Saqqara, Mesir
Tuesday, March 22, 2022
Anjing Prasejarah Berusia 18 Ribu Tahun Ditemukan di Siberia dalam Keadaan Utuh
Sunday, March 20, 2022
Wanita Bangsa Celtic Terkubur Selama 2.200 Tahun dalam Peti Pohon
Sekitar 2.200 tahun yang lalu, di tempat yang sekarang menjadi Zürich, Swiss, sekelompok Iron Age Celts menjadikan sebuah pohon sebagai tempat peristirahatan seorang wanita. Dirinya mengenakan gaun wol domba yang halus, mantel kulit domba, juga selendang. Wanita tersebut memiliki postur tubuh yang tinggi.
Seperti yang dilaporkan City Office for Urban Development baru-baru ini, wanita tersebut berusia sekitar 40 tahun ketika dia meninggal. Dirinya mengenakan banyak aksesoris, termasuk kalung yang terbuat dari kaca dan amber, yang berwarna biru dan kuning. Dia juga mengenakan gelang perunggu dan rantai perunggu, yang dihiasi dengan liontin.
Berdasarkan analisis jenazahnya, para arkeolog berteori bahwa dia melakukan sedikit kerja fisik selama hidupnya. Dia pun menikmati diet makanan mengandung tepung dan makanan manis.
“Anehnya,” tulis Laura Geggel di Live Science, “Wanita tersebut dimakamkan di batang pohon yang dilubangi. Pohon tersebut masih memiliki kulit di bagian luarnya. Kenapa tidak menggunakan peti mati?”
Atas pernyataan yang langsung diterbitkan setelah temuan tersebut, para pekerja melakukan proyek konstruksi pada kuburan tersebut, di kompleks sekolah Kern di distrik Aussersihl, Zürich. Meskipun situs ini dianggap penting secara arkeologis, sebagian besar penemuan sebelumnya berasal dari abad ke-6 Masehi.
Terdapat kuburan seorang pria Celtic yang ditemukan di kampus, pada tahun 1903. Kuburan ini berjarak 260 kaki dari kuburan wanita sebelumnya. Sama seperti kuburan wanita tersebut, pria pada kuburan ini menunjukkan tanda-tanda kedudukan sosial yang tinggi. Dia mengenakan pakaian prajurit lengkap, memegang pedang, perisai, dan tombak.
Mengingat fakta bahwa keduanya dimakamkan sekitar 200 SM, Office for Urban Development mengatakan bahwa sangat mungkin keduanya saling mengenal. Para peneliti meluncurkan penilaian komprehensif pada 2017, tentang kuburan tersebut, segera setelah penemuan.
Selama dua tahun terakhir, para arkeolog telah mendokumentasikan, menyelamatkan, melestarikan dan mengevaluasi berbagai barang yang ditemukan di makam. Mereka juga melakukan pemeriksaan fisik terhadap jenazah wanita tersebut, dan melakukan analisis isotop pada tulang-tulangnya.
Penilitian yang dilakukan, menghasilakan gambaran yang akurat tentang wanita tersebut beserta daerahnya. Analisis isotop mengungkapkan bahwa wanita tersebut dibesarkan di lembah Limmat Zürich. Kemungkinan dia dimakamkan di wilayah yang sama dengan tempat tinggalnya.
Para arkeolog sebelumnya, telah menggali bukti tentang pemukiman Bangsa Celtic di wilayah yang sama, yang berasal dari abad ke-1 SM. Para peneliti yang telah melakukan analisis percaya bahwa, pria dan wanita tersebut sebenarnya merupakan warga dari pemukiman kecil, yang terpisah. Belum ditemukan pula lokasi pemukiman kecil tersebut.
Saat ini, Celtic sering dikaitkan dengan Kepulauan Inggris. Pada kenyataannya, mereka lebih luas dari yang dikira. Dalam laporan Adam H. Graham untuk majalah Afar, Klan Celtic membentang di sebagian besar Eropa, menuju ke Austria, Swiss dan daerah lain di utara perbatasan Kekaisaran Romawi.
Bangsa Celtic bukanlah satu kesatuan kerajaan atau kekaisaran, melainkan kumpulan suku dengan bahasa yang berbeda. Bangsa Celtic akhirnya dikalahkan oleh Romawi, dipimpin oleh Julius Caesar, dalam perang Galia yang berlangsung selama 8 tahun.
Saturday, March 19, 2022
Anubis, Julukan Fosil Paus Purba Mesir yang Bisa Berjalan di Darat
Friday, March 18, 2022
Kota Tenggelam Thonis-Heracleion, Temuan Kapal dan Kuburan Mesir Kuno
Thursday, March 17, 2022
Tuesday, March 15, 2022
Ilmuwan Identifikasi Kekuatan Baru di Balik Kepunahan Massal Masa Lalu
Monday, March 14, 2022
Seorang Petinggi Mesir Mengklaim Temukan Makam Alexander Agung
Alexander dengan bijak akhirnya mendengarkan para perwira dan anak buahnya, yang pernah tunduk untuk mengikutinya ke arah timur, dan dengan enggan dia memulai perjalanan panjangnya pulang dari perbatasan India saat itu.
Rencananya menyerukan agar kota Babel menjadi ibu kota baru dari kerajaannya yang luas. Tapi Takdir tidak mengindahkan rencana muluk sang penakluk.
Alexander, pada usia yang sangat muda, 33 tahun, tiba-tiba jatuh sakit parah; hingga saat ini penyebab penyakitnya masih menjadi misteri. Hanya dalam beberapa hari, tubuhnya yang kuat mengkhianatinya, dan dia meninggal di tempat tidurnya.
Saturday, March 12, 2022
Septimius Severus: Bagaimana Orang Afrika Bisa Menjadi Kaisar Romawi?
Sejarah mencatat Septimius Severus adalah orang Afrika pertama yang menjabat sebagai Kaisar Romawi. Dengan haus akan kekuasaan, ia memerintah Kekaisaran Romawi hampir 2.000 tahun yang lalu, mendeklarasikan dirinya sebagai Kaisar setelah Pertempuran Lugdunum yang definitif pada tahun 197 Masehi.
Terobsesi dengan mimpi mendirikan Dinasti Severn, di akhir hidupnya ia memimpin invasi mengerikan ke Kaledonia (Skotlandia modern), berbaris ke utara Tembok Hadrian yang terkenal dengan pasukan besar dalam upayanya untuk menyatukan pulau Britania di bawah Romawi. Dia akhirnya meninggal di York, setelah gagal mencapai tujuannya dan dikhianati oleh putranya sendiri Caracalla.
Septimius Severus dilahirkan dalam keluarga terkemuka dan kaya dari raja minyak zaitun di Leptis Magna, di tempat yang sekarang menjadi wilayah Libya, pada tahun 145 Masehi. Para pengunjung peninggalan Romawi di Leptis Magna dapat mengagumi Lengkungan Septimius Severus (Arch of Septimius Severus) yang masih berdiri sampai sekarang dan merupakan monumen yang dilindungi UNESCO.
Rasa lapar Severius untuk sukses membawanya dari Afrika ke Roma pada tahun 161. Di Roma, kenalannya memberinya akses ke jajaran senator yang kuat.
Dilansir Ancient Origins, orang yang telah berbicara dan merekomendasikan Septimius Severus kepada Kaisar Romawi saat itu, Marcus Aurelius, adalah kerabatnya yang bernama Gaius Septimius Severus. Gaius langsung merekomendasikan Severus ke Kaisaran Romawi ketika Severus pertama kali tiba di Roma.
Severus naik dengan cepat melalui berbagai jabatan negara, yang dikenal sebagai cursus honorum. Pada tahun 170 ia memperoleh kekuatan politik yang diinginkannya dengan diterima di Senat. Dia diangkat sebagai Legatus, posisi senior dalam Legiun Romawi.
Paccia Marciana, istri pertama Severus, juga berasal dari kota yang sama, Leptis Magna. Pernikahan mereka berlangsung selama lebih dari sepuluh tahun, sampai Marciana tiba-tiba meninggal pada tahun 186 karena sebab yang wajar.
Septimius Severus adalah orang yang percaya pada seni astrologi dan sangat berhati-hati untuk mengikuti setiap pertanda dari dunia roh. Setelah mendengar ramalan, Septimius Severus menikahi Julia Domna pada tahun 187, seorang bangsawan kaya yang lahir di Emesa di Suriah, saat menjabat sebagai Gubernur Romawi di Gaul di kota yang sekarang dikenal sebagai Lyon di Prancis. Bersama-sama mereka memiliki dua putra, Caracalla dan Geta, yang meyakinkan Severus tentang awal Dinasti Severn.
Merebut Kekuasaan dan Menjadi Kaisar Romawi
Pada tahun 191 Kaisar Romawi Commodus menunjuk Septimius Severus untuk menjabat sebagai Gubernur Pannonia Superior yang terletak di sepanjang perbatasan dengan Sungai Danube. Namun, tahun berikutnya Commodus sendiri dibunuh dan penggantinya, Publius Helvius Pertinax, menjadi kaisar berikutnya. Masa pemerintahan Pertinax hanya berlangsung 86 hari sebelum dia dibunuh oleh Praetorian Guard pada tahun 193.
Tahun berikutnya kemudian tercatat dalam sejarah sebagai "Tahun Lima Kaisar". Pada periode ini ada lima orang yang mengklaim gelar Kaisar Romawi, termasuk Severus.
Severus mengamankan kekuasaannya pada Pertempuran Lugdunum yang terjadi pada Februari 197, melawan Clodius Albinus, salah satu saingannya. Dalam pertempuran terbesar dalam sejarah Romawi ini, dengan total 150.000 prajurit, Severus mendapatkan reputasinya sebagai prajurit yang kejam setelah membantai para pemberontak dalam kemenangan yang luar biasa.
Setelah pertempuran, kepala Albunus dipenggal dan dikirim ke Roma. Dan begitulah sang prajurit dari Libya itu kemudian bisa mendatangi Roma dengan kepala tegak. Dengan kedok sebagai prajurit yang sukses membalas kematian Pertinax, Severus kemudian diproklamasikan sebagai Kaisar Romawi oleh para senator.
Dalam satu gerakan, Septimius Severus menjadi orang paling kuat di dunia, dan orang Afrika pertama yang menjadi Kaisar Kekaisaran Romawi. Wilayah Kekaisaran Romawi di bawah kekuasaannya membentang dari Timur Tengah hingga Atlantik, dan dari Afrika hingga Britania di utara.
Selama lima belas tahun pertama pemerintahannya, ia menumpas musuh-musuh Romawi, mengamankan perbatasan-perbatasan Kekaisaran Romawi. Keinginannya akan kemuliaan kemudian membawanya lebih jauh ke utara.
Saat memasuki usia enam puluhan tahun, Septimius Severus sangat ingin mengamankan legasinya. Ia pada akhirnya menyatukan pulau Britania di bawah kekuasaan Romawi, mengalahkan orang-orang barbar Kaledonia dan para pejuang bukit yang telah memberontak melawan Romawi di sepanjang perbatasan Tembok Hadrian.
Meskipun usianya dan kesehatannya menurun, ia tetap mengumpulkan kekuatan militernya dari banyak sudut Kekaisaran Romawi dan berbaris di Skotlandia dalam skala yang belum pernah terlihat sebelumnya. Pada tahun 208, Severus memimpin 40.000 tentara Romawi bersama putranya Caracalla yang saat itu menjadi rekan kaisarnya.
Pasukan tentara yang sangat besar ini adalah contoh nyata dari kekuatan multikultural Romawi, termasuk para pemanah Suriah dan kavaleri Spanyol. Selama berbulan-bulan, dalam kondisi tubuh yang sudah tua dan tidak sehat, Severus dibawa melalui lanskap Skotlandia untuk mencari musuhnya karena pasukannya menderita serangan gerilya saat mereka berbaris melalui wilayah asing.
Pada tahun 209, Severus berada di dekat Aberdeen bersama putranya yang tidak sabar, Caracalla, saat musim dingin mulai mendekat. Legenda mengatakan bahwa Caracalla berusaha membunuh ayahnya, tetapi tidak berhasil. Tidak mau mengakui kekalahan dari serangan gerilya lawan, Kaisar Severus mengeluarkan koin yang mengklaim kemenangannya melawan para pemberontak.
Merasa lelah dan dikhianati, Severus akhirnya menuju selatan melintasi Tembok Hadrian dan kembali ke York. Di kota itulah akhirnya ia mengembuskan napas terakhirnya karena usia dan kesehatannya yang makin memburuk.
Menurut Cassius Dio, Severus merekomendasikan putra-putranya yang meneruskan takhtanya untuk menghindari kerusuhan dengan mengindahkan nasihatnya untuk "bersikap baik satu sama lain, memperkaya tentara, dan mengutuk sisanya." Sayangnya, mereka tidak memperhatikannya.
Setelah kematian ayah mereka pada Februari 211, dan pemakamannya yang mewah, Caracalla dan Geta kembali ke Roma. Meskipun kedua saudara itu seharusnya memerintah bersama, persaingan mereka menyebabkan pembunuhan berdarah Geta di tangan saudaranya pada tahun yang sama, dengan Geta diduga sekarat di tangan ibunya.
Caracalla sendiri dibunuh pada tahun 217 oleh seorang tentara yang tidak puas. Impian Severus tentang Britania Romawi yang bersatu dan Dinasti Severn yang bertahan lama tidak pernah terwujud.
Friday, March 11, 2022
Temuan Ragam Artefak Dekat Lokasi Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022
Beragam artefak berusia ratusan tahun ditemukan dekat lokasi Olimpiade Musim Dingin 2022. Festival olahraga itu tahun ini diselenggarakan di Beijing, Tiongkok, mulai tanggal 4 hingga 20 Februari mendatang.
Penemuan artefak bersejarah sendiri berlokasi di Zhangjiakou, provinsi Hebei, yang berjarak 180 kilometer barat laut Beijing. Kota Zhangjiakou menjadi tempat diselenggarakannya pertandingan ski, ski gaya bebas, hingga snowboarding di Olimpiade Musim Dingin ini.
China Daily melaporkan orang-orang di desa Taizicheng, distrik Chongli, Kota Zhangjiakou, mengatakan nama desa yang berarti kota putra mahkota ini berasal dari mitos bahwa bangsawan pernah tinggal di sana. Pada tahun 1970-an, peneliti arkeologi mengidentifikasi situs kuno di sana dengan sejarah yang berasal dari dinasti Liao (916 – 1125 M) dan Jin (1115 – 1234 M).
Karena situs tersebut terletak di Chongli, area kompetisi Olimpiade Musim Dingin dan Paralimpiade Musim Dingin yang akan datang, penggalian arkeologi aktif dimulai pada tahun 2017 dan selesai tahun 2020. Sebuah pameran yang menunjukkan hasil penggalian arkeologi dibuka pada 31 Desember lalu.
Dilansir dari Ancient Origins, Zhang Wenrui, dekan Institut Peninggalan Budaya dan Arkeologi Provinsi Hebei mengatakan kepada Global Times bahwa penemuan istana merupakan kejutan besar bagi para arkeolog Tiongkok. Kala itu, tim arkeologi merekomendasikan agar tempat Olimpiade yang menempati tiga perempat reruntuhan Taizicheng dipindahkan. Akhirnya, tempat untuk perhelatan besar olahraga dibangun di sebelah timur situs dan di seberang jalan dari reruntuhan.
“Pihak dari Komite Penyelenggara Beijing 2022 memberi tahu kami bahwa pemindahan itu mendapatkan pujian dari Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach,” kata Huang Xin, kepala tim arkelogogi situs dan wakil dekan Institut Peninggalan Budaya dan Arkeologi Provinsi Hebei kepada Global Times.
Zhang juga mengungkapkan tim yang menjelajahi reruntuhan awalnya meyakini bahwa itu hanyalah beberapa bangunan tua dan tidak berharga. Namun yang terjadi setelahnya mereka menemukan keramik dan bahan-bahan bangunan yang tidak ternilai harganya serta fitur arsitektur yang menonjol.
Sisa-sisa peninggalan masa lalu yang ditemukan antara lain 67 fondasi bangunan dan 14 jalanan, selain parit dan tembok kota. Ada juga porselen Ding-ware berlapis putih, bagian dari patung kepala naga, dan keramik lainnya. Kemungkinan besar para arkeolog menemukan Istana Taihe yang dibangun sebagai kediaman musim panas kaisar Dinasti Jin, Wanyan Jing yang pemerintahannya berlangsung dari tahun 1189 hingga 1208 M.
Penemuan menjadi semakin lebih penting karena ini adalah kompleks istana Dinasti Jin pertama yang pernah ditemukan. Istana tersebut merupakan lokasi terpenting kedua pada masa itu, setelah ibu kota Yanjing (Beijing) yang dibangun pada masa pemerintahan Kaisar Wanyan Liang dari dinasti yang sama.
Karena situs dan lokasi Olimpiade Musim Dingin hanya dipisahkan oleh jalan raya, besar harapan pameran tersebut dapat dilihat oleh atlet yang berpartisipasi. Sehingga menambah pengetahuan mereka tentang budaya negara tuan rumah.
“Kami berharap beberapa atlet asing yang berpartisipasi dalam Olimpiade Musim Dingin, sesuai dengan persyaratan pencegahan dan pengendalian pandemi, dapat mengunjungi pameran dengan persetujuan IOC, sehingga mereka dapat menikmati dan belajar lebih banyak tentang sejarah dan budaya Tiongkok,” pungkas Huang Xin.
Wednesday, March 9, 2022
Bintang & Planet Pelarian